Berita UtamaPolitik

Tujuh Fraksi sudah Terbentuk

Golkar Siap Kritisi Kinerja Bupati

Rapat
RAPAT PARIPURNA: Ketua DPRD Kabupaten Bekasi sementara, Aria Dwi Nugraha saat memimpin Rapat Paripurna untuk pembentukan fraksi yang dihadiri oleh masing-masing partai politik di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (12/9). IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi sementara, Aria Dwi Nugraha membacakan usulan pembentukan fraksi dari masing-masing partai politik (parpol) pemenang Pemilu 2019.

Dari 50 anggota dewan yang terpilih, sudah terbentuk tujuh fraksi, dua diantaranya gabungan dari beberapa parpol yang memperoleh kursi di bawah empat.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi sementara, Aria Dwi Nugraha mengatakan, setelah usulan dari masing-masing partai dalam pembentukan fraksi diparipurnakan, langkah selanjutnya akan membentuk tata tertib (tatib) dewan.

”Para ketua fraksi dari sejumlah parpol berkumpul, saya selaku ketua sementara sudah membacakan usulan-usulan dari masing-masing partai. Dan kami akan melakukan pembentukan tim untuk pembahasan tatib,” ujar Aria usai paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (12/9).

Ia menegaskan, dalam paripurna sudah dilakukan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk pembahasan tatib. Hanya saja, kata dia, pembahasan tatib membutuhkan waktu. Dan ia berharap bisa selesai dalam waktu cepat.

”Saya selaku pimpinan dewan sementara berharap, pembahasan tatib bisa selesai dengan waktu yang cepat. Kami juga sudah bentuk pansus untuk pembahasan tatib, ini dasarnya dari fraksi-fraksi,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Fraksi Partai Golkar, Asep Surya Atmaja menyampaikan, setelah terpilih menjadi ketua fraksi, ia berjanji akan menselaraskan anggota dewan yang ada di Golkar, untuk lebih efektif dalam bekerja membangun Kabupaten Bekasi.

Sebagai adik kandung Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, Asep berjanji akan bersikap profesional walaupun kakaknya di eksekutif. Misalkan ada kebijakan eksekutif yang dirasa kurang baik, dirinya sebagai anggota legislatif akan melakukan kritik.

”Sekarang saya bekerja untuk rakyat, jadi dari segi profesional harus memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kalau memang ada yang kurang baik kami kritisi, sebab kami disumpah bekerja untuk rakyat, walaupun saat ini bupati merupakan keluarga saya,” tegasnya.

Namun Asep belum bisa jelaskan mengenai langkah selanjutnya yang akan dilakukan fraksi Golkar setelah terbentuk. ”Sementara baru pembentukan fraksi dulu, karena kami belum ada rapat di internal fraksi. Langkah kedepannya, kami rapatkan dulu. Intinya saya akan menselaraskan dulu di fraksi agar lebih efektif,” pungkasnya. (pra)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + 3 =

Close
Close