CikarangPemkab

Serapan Anggaran Jauh dari Target

Dinas Pendidikan Paling Rendah

ILUSTRASI: Pengendara melintasi Jalan Raya Babelan yang sedang dalam tahap perbaikan di Desa Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat (13/9). Penyerapan APBD 2019 masih jauh dari target. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi pada triwulan ketiga baru mencapai 35,27 persen. Padahal, target penyerapan anggaran 73,04 persen.

Dari serapan 35,27 persen itu, realisasi belanja langsung hanya mencapai 20,64 persen dari target 67,83 persen. Sementara, belanja tidak langsung yang terserap hanya 52,56 persen dari target 79,17 persen.

Sekadar diketahui, jumlah APBD tahun 2019 sebesar Rp6,4 triliun. Dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp2,94 triliun dan belanja langsung sebesar Rp3,48 triliun.

”Sejak terhitung Tanggal 12 September 2019 baru 35, 27. Angka itu memang tidak sesuai dengan target, yakni 73,04 persen,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sub Bagian Evaluasi Penyerapan Anggaran Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bekasi, Widi Mulyawan, Jumat (13/9).

Dia menjelaskan serapan belanja langsung merupakan realisasi keuangan belanja daerah yang berhubungan langsung dengan program dan kegiatan pembangunan pemerintah daerah. Seperti, pekerjaan fisik pembangunan gedung, jalan, jembatan, pengadaan barang dan jasa dan belanja modal.

Berdasarkan hasil evaluasi pertriwulan, kata dia, minimnya penyerapan anggaran disebabkan lantaran banyaknya kekosongan jabatan di beberapa dinas. ”Hasil evaluasi terkendala karena ada beberapa posisi jabatan yang tidak terisi,” jelasnya.

Terdapat tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan anggaran terbesar dan penyerapan minim.  Yakni Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).

Di Dinas Pendidikan, anggaran yang terserap baru sebesar Rp15 miliar dari total anggaran Rp346 miliar. Sementara, di Dinas PUPR anggaran yang terserap baru Rp56 miliar dari total anggaran Rp810 miliar atau setara enam persen.

Kemudian, di Disperkimtan baru terserap 12 persen dari total anggaran sebesar Rp565 miliar.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Sri Riyanti, beralasan kalau minimnya penyerapan di dinas yang dia pimpin disebabkan karena adanya kendala pada pengadaan meubelair. ”Iya sekarang proses pengadaan meubelair sedang berjalan. jadi wajar saja kalau masih rendah,” ujarnya, kemarin.

Walupun menyebut terdapat kendala dalam pengadaan meubelair, dia tidak dapat menyebutkan jumlah anggaran yang dialokasikan untuk pengadaannya.

”Kalau untuk anggarannya saya kurang mengetahui harus lihat data, intinya sepengetahuan saya rendahnya serapan, karena ada kendala pada proses pengadaan mebeler,” tuturnya.(and)

Close