CikarangPendidikan

Disdik Evaluasi Kinerja

RadarBekasi.id – Dinas Pendidikan akan mengevaluasi kinerja untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran. Pasalnya, dinas tersebut baru menyerap anggaran sebesar Rp15 miliar dari total anggaran Rp346 miliar pada triwulan ketiga.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda, mengatakan, penyerapan anggaran di dinas yang dia pimpin masih rendah lantaran proses pengadaan barang dan jasa masih berlangsung.

”Yang pertama yang besar itu berkaitan dengan sertifikasi (tunjangan sertifikasi), setiap bulan itu jalan pencairan. Jadi sekali pencairan itu kan sekitar Rp70 miliar atau berapa. Terus yang kedua sekolah-sekolah dalam pemberian dana Bosda (Bantuan Operasioanal Sekolah Daerah) agak lambat, tapi sudah kita pacu,” katanya, Minggu (15/9).

Carwinda mengaku minimnya penyerapan anggaran tahun ini akan menjadi bahan evaluasi. Supaya hal ini tidak kembali terjadi pada 2020.

”Jadi nggak mungkin belanja barangnya nggak ada tapi dibayar, kan nggak bisa juga. Artinya pengadaan barangnya sedang proses. Memang tahun depan menjadi evaluasi saya sebagai orang baru agar sesuai dengan aliran kas dalam anggaran,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi pada triwulan ketiga baru mencapai 35,27 persen. Padahal, target penyerapan anggaran 73,04 persen.

Dari serapan 35,27 persen itu, realisasi belanja langsung hanya mencapai 20,64 persen dari target 67,83 persen. Sementara, belanja tidak langsung yang terserap hanya 52,56 persen dari target 79,17 persen.

Sekadar diketahui, jumlah APBD tahun 2019 sebesar Rp6,4 triliun. Dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp2,94 triliun dan belanja langsung sebesar Rp3,48 triliun.

Terdapat tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan anggaran terbesar namun minim penyerapan. Yakni Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).

Di Dinas Pendidikan, anggaran yang terserap baru sebesar Rp15 miliar dari total anggaran Rp346 miliar. Sementara, di Dinas PUPR anggaran yang terserap baru Rp56 miliar dari total anggaran Rp810 miliar atau setara enam persen. Kemudian, di Disperkimtan baru terserap 12 persen dari total anggaran sebesar Rp565 miliar.

Saat itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Sri Riyanti, beralasan kalau minimnya penyerapan di dinas yang dia pimpin disebabkan karena adanya kendala pada pengadaan meubelair.

”Iya sekarang proses pengadaan meubelair sedang berjalan. jadi wajar saja kalau masih rendah,” ujarnya, kemarin.(and)

Close