Berita UtamaKriminal

Bejat, Kakek Cabuli Anak

RadarBekasi.id – Peristiwa memilukan kembali dialami oleh anak dibawah umur di Kota Bekasi. F (8) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas VI menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh seorang kakek AR berusia 61 tahun. Akibatnya, sejak dua bulan lalu F tidak mau bersosialisasi atau bermain dengan anak seusianya di luar rumah layaknya anak yang lain, karena malu.

Terungkapnya kejadian tersebut berawal ketika F bercerita kepada orang tuanya pertengahan Agustus lalu. Keanehan AR semakin mencuat ketika diketahui mengirimkan surat cinta kepada F yang masih duduk di kelas enam SD tersebut.

”Buat gadis manisku yang sedang marah. Yang telah memenjarakan dan menawan hatiku. Yang telah membuat aku tak berdaya saat ini,” begitulah bait pertama surat cinta yang dikirimkan oleh AR layaknya muda-mudi yang sedang memadu kasih.

Dipertengahan Agustus lalu, Kakek yang masih memiliki istri tersebut berniat melakukan aksi bejatnya untuk kedua kalinya. Namun menurut pengakuan F, pada kesempatan yang kedua tersebut ia hanya sempat di gerayangi oleh sang kakek, tidak sempat melakukan hubungan suami istri layaknya perbuatan yang pertama kali pada bulan Maret lalu.

”Ketahuannya mungkin si anak itu lapor sama ibunya, diperiksa, disamping itu juga ada bukti dari ayahnya itu si pelaku itu sering ngirim surat, surat cinta. Setelah itu dari si orang tua pelaku lapor ke RT, lalu saya ketempat pelaku, lalu kata si pelaku bener ini tulisan bapak, dia mengakui,” kata Ketua RT 09 RW 02, Kelurahan Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sukin (63) saat ditemui dirumahnya.

Sukin menjelaskan, AR mencabuli F dengan mengajak berhubungan layaknya suami istri. Area rumah pelaku memang kerap digunakan sebagai tempat bermain oleh anak-anak di lingkungan sekitar, sementara ini hanya F saja yang mengalami nasib nahas tersebut, dan diketahui belakangan memang F saja lah yang dilirik oleh pelaku.

Setelah mendapati pengakuan atas surat cinta tersebut, orang tua korban melaporkan tindakan pelaku kepada pihak kepolisian, serta melakukan visum. Tepat pada hari Kamis (12/9) lalu pelaku di grebek oleh warga sekitar karena merasa resah dengan aksinya.

”Pukul 08.30 WIB, Kamis pagi. Ada orang RT 12 nyamperin saya ada orang banyak, saya datang ketempat si pelaku jangan sampe terjadi yang tidak-tidak, Alhamdulillah nggak terjadi apa-apa. Sebagian dari kita lapor polisi, nggak lama polisi datang,” ungkap ketua RT tersebut.

Sementara itu, Ibunda F mengaku, kondisi kesehatan anaknya saat itu sedang menurun, karena sering menerima ejekan dari temannya di sekolah setelah kasus ini terungkap. ”Jadi tadi dia bilang minta ke psikiater. Waktu itu sebelum kejadian kan udah selama dua minggu, nah kemarin setelah kejadian ini dia agak ngedrop. Nggak (main diluar rumah), nggak berani main. Main dirumah sama adiknya aja, sudah lama, ada dua bulan,” ungkap Fatmawati.

Setelah beranjak dari rumah korban, ketua RT setempat menunjukkan tempat yang dijadikan oleh AR untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Tempat tersebut berada didekat rumah AR, di tanah lapang yang dijadikan garasi mobil, AR melakukan tindakan keji seperti yang dilaporkan oleh warga dan orang tua F di belakang mobil yang terparkir di tanah lapang tersebut.

Polres Metro Bekasi Kota membenarkan adanya kasus tersebut, saat ini terlapor telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

”Benar ada kejadian pencabulan di Bekasi Barat, kasusnya ditangani Polres, pelaku sudah kita amankan, tapi detailnya saya tunggu laporan lagi nanti rencana kita akan ekspose,” ungkap Waka Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana saat dihubungi. (sur)

Close