Berita UtamaPendidikan

Biaya SPP Diprotes, Sekolah Cari Solusi

SPP

SPP
ILUSTRASI: Siswa SMKN 3 Kota Bekasi jurusan tata boga saat melakukan praktik kerja lapangan. Sekolah mendapat protes dari orang tua murid terkait besarnya biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) pada tahun ajaran 2019/2020. Dewi Wardah

Radarbekasi.id – SMKN 3 Kota Bekasi mendapat protes dari orang tua murid terkait besarnya biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) pada tahun ajaran 2019/2020. Atas permasalahan ini, pihak sekolah masih mencari solusi.

Perwakilan orang tua siswa Komariah mengatakan biaya SPP Rp350 ribu per bulan untuk kelas 12 pada tahun ajaran ini di SMKN 3 Kota Bekasi memberatkan orang tua murid. Biaya SPP sebesar itu bukan atas kesepatan antara sekolah dengan orang tua murid saat rapat bersama pada 17-18 Juli 2019.

”Hasil negosiasi dengan pihak sekolah cuma menurunkan biaya SPP menjadi Rp350ribu dari Rp400ribu dan itupun kemauan dari pihak sekolah bukan kemauan pihak wali murid,” ujarnya, belum lama ini.

Para orang tua meminta agar besaran biaya SPP untuk kelas 10,11, dan 12 ditetapkan sebesar Rp150 ribu. Menurutnya, kepala sekolah dan komite sekolah harus menjamin tetap berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar dan tidak melakukan intimidasi terhadap siswa selama belum ada keputusan final.

Dikatakannya, dia bersama lima orang tua murid telah mengadukan masalah ini dengan bersurat ke Walikota Bekasi, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Anggota DPRD Kota Bekasi, serta Gubernur Jawa Barat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMKN 3 Kota Bekasi Boan mengatakan, pihaknya telah menerima dua kali surat pernyataan keberatan dari orang tua siswa terkait besarnya biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Surat yang mengatasnamakan orang tua siswa kelas 10,11,12, pertama kali diterima pada 28 Agustus 2019.

Mendapat surat keberatan yang ditandatangani enam orang tua, Boan tak tinggal diam. Ia langsung mengundang orang tua bersangkutan untuk menyelesaikan permasalahannya. Namun, pertemuan itu tak menemui titik temu.

”Kita sudah panggil orang tua siswa dan saya sudah ketemu, namun banyak orang tua siswa yang tidak mengerti tentang adanya pengadaan pembiayaan SPP,” kata Boan kepada Radar Bekasi, Selasa (17/9).

Selanjutnya, lanjut dia, surat kedua diterima pada 6 September 2019. Terdapat 30 orang tua yang menandatangi surat pernyataan keberatan tersebut.

Saat ini pihak sekolah tengah mencari kebenaran surat pernyataan yang ditandatangani puluhan orang tua itu agar persoalan ini dapat cepat selesai.

”Kami sedang kroscek benar atau tidak adanya surat yang ditandatangani dengan mengatasnamakan perwakilan orang tua siswa kelas 10,11 dan 12,” ujarnya.

Boan menjelaskan, dalam menetapkan biaya SPP tahun ajaran 2019/2020 pihaknya melibatkan orang tua siswa saat pembahasan pada 17-18 Juli 2019. Hal ini sesuai PP No 48 Tahun 2008 pasal 2 ayat 1 yang berbunyi ”Bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antar pemerintah daerah dan masyarakat”, disusul adanya Perda No 5 tahun 2019 tentang pengelolaan pendidikan di Jawa Barat.

”Kita menjalankan hal tersebut sudah sesuai dengan mekanisme yang ada, apabila masih ada yang merasa keberatan datang dan musyawarahkan bersama apa yang menjadi beban serta keberatan orang tua siswa,” katanya.

Adapun biaya SPP yang ditetapkan sebesar Rp350 ribu untuk kelas 10, sedangkan kelas 11 dan 12 sebesar Rp250 ribu atau naik dari sebelumnya sebesar Rp150 ribu. Dana SPP tersebut untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena bantuan operasional sekolah (BOS) tak mencukupi.

”Biaya SPP yang diberikan orang tua toh untuk keperluan bersama dan dituangkan ke dalam kebutuhan sekolah,” pungkasnya. (cr46/pay)

Tags
Close