Pendidikan

Muhin dan Nazhila, Duo Gitar Klasik Andalan Jabar

Belum Pernah Ikut Lomba Sama Sekali

Gitar
BERMAIN GITAR: Peserta asal Provinsi Jawa Barat, Nazhila Nurul Hayyinun dan Mahin Abdul Mu’min menunjukan kepiawaiannya bermain gitar.Ist

Radarbekasi.id – Pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa (FLS2N) jenjang sekolah menengah pertama (SMP) telah dimulai. Lomba gitar duet menjadi pembuka kegiatan FLS2N Tingkat Nasional Tahun 2019 yang dihelat di Yasmin Hotel Karawaci, Kota Tangerang, Selasa (17/9).

Peserta asal Provinsi Jawa Barat, Nazhila Nurul Hayyinun dan Mahin Abdul Mu’min berhasil menunjukkan kepiawaian mereka. Dalam duet gitar klasik tersebut, kedua siswa SMPN 4 Kabupaten Garut itu membawakan tiga instrumen lagu dari genre yang berbeda. Yakni, ”Lezione No.1” karya Ferdinando Caruli untuk genre klasik, ”Bendera” milik Grup Band Cokelat (genre pop), dan ”Es Lilin” yang dipopulerkan Nining Meida (genre lagu daerah).

Penampilan peserta bernomor urut 10 ini sukses memancing tepuk tangan seluruh penonton. Meski berhasil menjadi juara di tingkat provinsi dan melaju ke babak nasional, namun Mahin dan Nazhila mengaku ini adalah perlombaan yang pertama kali mereka ikuti. ”Kami memang belum pernah ikut lomba sama sekali,” kata Nazhila.

Nazhila mengungkapkan, dirinya mulai belajar bermain gitar sejak kelas VII SMP. Saat itu, Nazhila melihat kakaknya begitu piawai bermain gitar. Akhirnya, ia pun tertarik dan mulai belajar memetik gitar bersama sang kakak. “Keren lihat kakak main gitar,” ungkap anak kedua dari dua bersaudara itu.

Tak jauh berbeda dengan Nazhila, Mahin pun mulai tertarik bermain gitar sejak kelas VII SMP. Namun bukan dari kakaknya, melainkan dari temannya. ”Kalau lagi nongkrong suka main gitar, terus minta diajarin main gitar deh. Yang ngajarin itu namanya Rozak, masih teman sekolah juga,” tutur putra pasangan Edi Suryadi dan Iis Safikah ini.

Menurut Mahin, prestasi yang diraih hari ini tak lepas dari audisi yang ia lakukan di sekolah pada awal 2019. Saat itu, sekolah sedang mempersiapkan siswa untuk mengikuti FLS2N. ”Waktu itu, Pak Raga (guru seni) ngasih tahu ada kompetisi, ya sudah saya nyobain ikut,” kata siswa kelahiran Garut, 11 Mei 2005 itu.

Hal senada diungkapkan Nazhila. Setelah lolos audisi sekolah, ia pun mulai mengenal Mahin dan mencoba bermain gitar bersama. ”Sebelumnya emang belum kenal. Setelah lolos audisi, baru kita kenal dan mulai main gitar bareng,” akunya.

Pelatih duet gitar, Raga Dipa Negara mengutarakan, selain mengasah kemampuan teknis, salah satu faktor yang harus dibangun adalah memperkuat chemistry (keakraban) antara Mahin dan Nazhila. ”Itu penting sekali. Menurut saya, ini salah satu keunggulan mereka, chemistry-nya terasa menyatu dengan karakter lagu yang dimainkan,” ungkap guru seni budaya SMPN 4 Kabupaten Garut ini.

Untuk membangun keakraban, ia pun mengupayakan Nazhila dan Mahin agar sering menghabiskan waktu bersama. ”Malah kemarin, walaupun Nazhila enggak main game, jadinya main bareng sama Mahin. Kita kondisikan agar pendekatan tersebut bisa terjalin,” katanya.

Bagi Nazhila, kebersamaan yang dibangun antara dirinya dengan Mahin sangat membantu proses latihan dan penampilan mereka di atas panggung. ”Itu juga sih yang paling berkesan, kebersamaannya,” ungkapnya.

Mahin mengaku lega karena berhasil tampil maksimal di babak seleksi. ”Alhamdulillah udah plong, udah lega. Hasilnya kita lihat saja, yang penting kami udah ngasih yang terbaik,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Nazhila. ”Semoga semua dilancarkan. Yang penting kami sudah berusaha keras memberikan yang terbaik,” ungkapnya.

Setelah melalui babak seleksi, 10 peserta terbaik dari setiap provinsi berhak melaju ke babak final. (oke/tim)

Tags
Close