Berita UtamaKriminal

Kesal, Anak Bunuh Ayah Tiri

DIGIRING: AR (kiri) dibekuk petugas kepolisian usai membunuh ayah tirinya di Kampung Jati Kelurahan Jatimulya Tambun Selatan pada Minggu (15/9).ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Kesal karena dinasehati, seorang remaja AR (16) nekat menghabisi ayah tirinya sendiri SJ (39) menggunakan sebilah pisau di kediamannya di Kampung Jati, RT 07/07, Kelurahan Jatimulya.

AR (pelaku) mengaku, nekat melakukan aksi kejinya karena sering dimarahi dan dinasehati ayah tirinya. ”Kesal karena sering dimarahin,” ujar AR saat ungkap kasus di Polsek Tambun, Rabu (18/9).

Kapolsek Tambun, Kompol Siswo menjelaskan, kejadian berawal saat korban sedang menyortir limbah, sambil menasehati pelaku (anak tiri korban). Namun korban merasa tidak senang dinasehati, dan terjadi ceksok antar pelaku dan korban.

Lanjutnya, pelaku yang saat itu sedang emosi, langsung mengambil sebilah pisau yang tidak jauh dari dirinya dan langsung menusukan pisau tersebut ke pinggang sebelah kiri korban, sebanyak satu kali. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri ke wilayah Babelan.

Sementara itu, korban yang saat itu sudah berlumuran darah, masih sadar ketika tetangganya berusaha menolong dengan membawa korban ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Sayangnya, nyawa korban tidak bisa diselamatkan, karena luka robek di bagian usus besar.

”Korban ini tidak nerima saat di nasehatin ayah tirinya. Makanya langsung nusuk ayah tirinya. Informasi yang di dapatkan, pelaku ini sering marah-marah sama kedua orang tuanya, makanya saat itu di nasehatin,” jelasnya.

Kata dia, setelah mendapatkan laporan mengenai penganiayaan ini, petugas kepolisian langsung melakukan olah TKP, dan meminta keterangan dilokasi, dan melakukan pengejaran pelaku (anak tiri korban).

”Korban sempat memberitahu anggota keluarganya, kalau yang menusuk dia AF (anak tirinya). Makanya kita langsung melakukan pengejaran pelaku,” ucapnya.

Siswo menegaskan, keberadaan pelaku berhasil diketahui di wilayah Kampung Pangkalan, Desa Kedung pengawas, Kecamatan Babelan. Kemudian pada tanggal 13 September 2019 pelaku berhasil ditangkap dirumah saudaranya.

”Pelaku ini bersembunyi di rumah saudaranya, pelaku tidak memberikan perlawanan saat dilakukan penangkapan,” tuturnya.

Akibat perbuatannya pelaku dikenakan pasal 351 ayat 3, tentang penganiyaan yang menyebabkan matinya seseorang, dengan ancaman penjara paling lama tujuh tahun. (pra)

Close