Berita UtamaPendidikan

Kepsek belum Terima Surat Pemanggilan

Radarbekasi.id – Kepala sekolah SDN Pekayon Jaya VII Kota Bekasi, Uju Juhannah, belum menerima surat pemanggilan dari Dinas Pendidikan setempat terkait kegiatan les di sekolahnya.

”Sampai saat ini belum ada panggilan dari Dinas Pendidikan terkait hal ini (les),” ujar Uju kepada Radar Bekasi, Kamis (19/9).

Lebih lanjut, Uju mengaku, siap memenuhi panggilan dari Disdik untuk memberikan penjelasan terkait kegiatan les. ”Insya Allah saya akan hadir apabila memang ada panggilan dari Dinas Pendidikan terkait dengan perihal (les) ini,” imbuhnya.

Les merupakan kegiatan yang dilarang oleh Disdik. Namun, SDN Pekayon Jaya VII menghelat kegiatan itu atas permintaan dari beberapa orang tua murid.

Kendati begitu, tak semua orang tua siswa semuanya setuju adanya les tersebut. Ada beberapa yang keberatan karena dinilai biayanya membebani mereka.

Uju memastikan, kegiatan les telah hentikan. Itu setelah pihaknya melalui wali kelas masing-masing melakukan pertemuan dengan para orang tua murid.

”Sudah tidak ada lagi kegiatan les disekolah, kami sudah membuat rapat bersama orang tua siswa terkait pemberhentian les tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, ada beberapa orang tua murid yang masih keberatan atas penghentian les. Namun pihaknya tetap menghentikannya karena tak mau mengambil risiko.

”Ada beberapa orang tua siswa yang tidak terima dengan pemberhentian les tersebut, tapi kami berikan masukan terkait dengan pemberhentian tersebut,” pungkasnya.

Sementara, Wali Murid kelas 3A dan 4A, Hera K Syukri mengaku, siap untuk memberikan penjelasan terkait kegiatan les apabila dibutuhkan dalam pemanggilan.

”Saya sebagai salah satu orang tua siswa yang ingin diadakannya jam tambahan untuk anak saya, tapi dalam hal ini kami inginkan pihak keberatan juga memberikan statmentnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi SD pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Triani Emi Suswati mengatakan bakal memanggil kepala sekolah SDN Pekayon Jaya VII untuk dimintai penjelasan terkait kegiatan les.

”Kita akan panggil kepala sekolah sebagai salah satu manager di sekolah tersebut dan kami akan meminta pertangungjawabannya terkait hal yang masih dilakukan oleh pihak sekolah,” ujar Triani, Senin (16/9) lalu. (cr46)

Tags
Close