Jurnalisme WargaOpini

Menumbuhkan Berpikir Kritis Siswa

Oleh: Endah Setiaharti

Radarbekasi.id – Menghadapi anak-anak zaman sekarang penuh dengan tantangan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak bagi tumbuh kembang anak. Berbagai kemudahan untuk mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan anak-anak terus berpikir dari hasil belajarnya. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi anak. Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi dunia pendidikan, khususnya guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan kebutuhan anak pada zamannya nanti.

Kehadiran media pembelajaran yang dikembangkan guru memberikan kemudahan dalam menyampaikan materi pelajaran. Demikian pula dengan metode, strategi, dan pendekatan yang divariasikan secara bersinergi akan menghasilkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Pembelajaran yang demikian sangat diminati oleh siswa sebagai pembelajar. Dalam hal ini pembelajaran memusatkan pada siswa sebagai subjek pembelajar. Siswa mengambil peranan tersebar dalam kegiatan belajar sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator atau pun motivator.

Kegiatan pembelajaran hendaknya menciptkan suasana yang kondusif dan menarik. Hal ini akan mendorong rasa ingin tahu siswa tentang apa yang akan disampaikan oleh guru. Di beberapa kelas Sekolah Dasar ditemukan hampir seluruh siswa di kelas tersebut menggemukan pendapat terhadap masalah yang disajikan guru. Mengkritisi dengan alasan yang masuk akal dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan saat ini. Bahkan mereka juga berani menyampaikan pendapatnya dengan bahasa lisan dan bahasa tubuh yang baik. Semua berlomba untuk diberikan kesempatan yang sama dalam berpendapat. Proses pembelajaran tampak lebih seru dan membuat anak-anak merasa senang.

Pengalaman di atas memberikan gambaran kepada kita semua bagaimana membangun sebuah pembelajaran yang aktif, kreatif, kritis, dan menyenangkan. Untuk menciptakan suasana belajar yang demikian guru perlu memperhatikan hal-hal berikut:
1. Sebelum menyampaikan materi pembelajaran libatkanlah siswa untuk memprediksikan apa yang akan menjadi tujuan dan kegiatan pembelajaran.

2. Bangun suasana belajar dengan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan materi sebelumnya atau pun materi pelajaran yang akan disampaikan (Brain Storming). Kemampuan ini sangat penting sebagai masukan dasar akan daya ingat dan potensi keilmuan yang telah dimiliki siswa.

3. Mulailah kegiatan belajar dengan menyajikan berbagai media cetak atau elektronik tanpa adanya tulisan atau pun komentar guru. Biarkan siswa belajar menemukan sendiri atas apa yang dilihat, diamati, didengar, dan dirasakannya. Guru dapat memanfaatkan peluang ini sebagai cooperative learning dengan tipe jigsaw, grup investigasi atau pun metode lain yang dapat membangun kompetitor.

4. Ketika siswa berada dalam forum diskusi atau pun kompetisi, ajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengarahkan siswa untuk berpikir kritis. Selama proses ini berlangsung, berikan peran kepada siswa untuk menuliskan kata kunci dari pendapatnya. Hal ini akan memberikan kemudahan untuk merumuskan konsep terkait materi. Di samping itu juga dapat mendorong siswa untuk menemukan solusi atas masalah yang disajikan sehingga pada akhirnya dapat mengambil keputusan yang tepat.

5. Perhatikan kondisi siswa pada tiap-tiap kelompok. Pilihlah salah satu siswa yang paling berpengaruh di kelompoknya untuk memimpin dan mengarahkan para anggotanya agar berpartisipasi dalam kelompok.

6. Berikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk mengomunikasikan hasil diskusi kelompoknya sementara kelompok lain menanggapi, mengktitisi, serta memberikan penilaian. Di sinilah anak-anak akan belajar bagaimana menghargai pendapat orang lain sekaligus bersikap menerima terhadap keputusan bersama serta berusaha terus untuk memperbaiki hasil belajarnya.

7. Selama proses pembelajaran berlangsung guru memberikan reward untuk anak-anak ataupun kelompok yang telah membuktikan berpikir kritis secara baik dan benar. Reward dapat diberikan dalam bentuk kata-kata positif yang memotivasi, sentuhan lembut, atau pun berupa hadiah kecil yang menarik dan bermanfaat. Dengan pemberian reward anak-anak akan merasa dihargai atas setiap tahapan keberhasilan dan juga dapat membangun rasa percaya diri.

Sikap berpikir kritis dapat diterapkan pada semua mata pelajaran dan tidak pula dibatasi oleh jenjang pendidikan. Untuk menumbuhkan sikap berpikir kritis dapat dilatih dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk bertanya. Ketika menghadapi pertanyaan siswa yang beragam sebaiknya guru tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Bukan untuk menghindari tetapi berikan kesempatan kepada siswa lain untuk ikut terlibat memberikan jawaban atas pertanyaan temannya. Setelah dari beberapa siswa memberikan jawaban, tibalah bagi guru untuk menyempurnakan atau meluruskan jawaban siswa lain yang mungkin keliru. Tidak menutup kemungkinan pula bagi guru memanfaatkan internet sebagai sumber belajar untuk menjawab pertanyaan siswa yang mungkin perlu informasi secara lengkap di luar pengetahuan guru. Dengan cara seperti ini siswa mendapatkan kepuasan tersendiri terhadap ilmu pengetahuan. Disamping itu kekurangan guru akan keterbatasan ilmu juga tidak terlihat oleh siswa. Kalau pun guru bersikap sportif untuk mengakui kelemahannya di depan siswa itu pun tidak akan mengurangi citra sebagai guru. Siswa akan belajar nilai-nilai kejujuran dari hal ini.

Pada intinya siswa yang aktif bertanya memiliki rasa ingin tahu dan pola berpikir kritis tingkat tinggi. Mereka harus mendapatkan layanan yang baik. Guru tidak perlu khawatir dengan sikap yang demikian, justru hal ini dapat dijadikan motivasi bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesionalnya sebagi guru. Siswa berpikir kritis tinggi adalah asset generasi bangsa yang harus diarahkan pada nilai-nilai positif sehingga mereka pada akhirnya mampu menjadi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlakul karimah. Suatu saat ketika mereka menjabat suatu posisi penting dalam kehidupan bermasyarakat dan Negara, insya Allah akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan amanah. Bahkan mereka juga yang kelak akan mengajak umat manusia berlomba-lomba dan saling tolong-menolong dalam kebaikan. Berpikir kritis itu harus terus ditumbuhkan pada diri siswa dengan nilai-nilai kreatif guru memadukan berbagai instrumen pengajaran. (*)

Guru SD Al Muslim

Close