BekasiPolitik

Muhtada: Ini bukan soal Kalah Menang

Golar
TERIMA PATAKA: Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi terpilih, Eka Supria Atmaja (kiri), menerima bendera pataka dari Pengurus DPD Golkar Jawa Barat, Sukim, usai Musda ke-X di Kantor DPD Golkar Jabar, Rabu malam (18/9). PRA/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Salah satu kandidat calon ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Muhtada Sobirin mengaku tidak ada yang kalah dan menang dalam Musda ke X DPD Golkar Kabupaten Bekasi, yang dihelat di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Rabu malam (18/9).

”Musda yang baru dilaksanakan adalah sebagai ajang konsolidasi. Artinya, perpaduan di dua calon ini menyamakan persepsi, dan sama-sama ingin memajukan partai Golkar,” ujar Muhtada, Kamis (19/9).

Pria yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi ini menepis anggapan banyak orang, yang menyebut Partai Golkar pasti ada perpecahan saat Musda, karena ada dua kubu. Walaupun memang itu hal yang lumrah disejumlah partai setiap Musda.

”Artinya, dalam Musda tidak ada yang dikalahkan, karena ini merupakan ajang konsolidasi, baik Novi Yasin, Muhtada Sobirin, dan Eka Supria Atmaja, bagian hal yang sudah dimusyawarahkan,” terang Muhtada.

Walaupun dia mengaku, sebagai kandidat, dirinya sudah mempunyai kekuatan di atas angka 13 suara, dan sudah final untuk mendukung dirinya. Kendati, dia (Eka) mengklaim hal yang sama.

”Saya juga menghadirkan seluruh Pengurus Kecamatan (PK) yang mendukung ketika Musda, tapi saat di dalam Musda kami jadi satu saja. Saya lebih menjaga persatuan dan kebersamaan antar kader partai. Jadi konsolidasi ini untuk membesarkan partai. Tujuan saya seperti itu,” terangnya.

Menurut Muhtada, hal tersebut dilakukan untuk saling menjaga (menghormati), karena akan ada yang malu kalau sampai dilakukan voting untuk menentukan ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi.

”Saya tidak mau malu di lapangan, begitu juga beliau (Eka), karena dia juga sebagai bupati,” ucapnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2014-2019 ini membeberkan, hasil dari konsolidasi yang sudah dilakukan memutuskan, dirinya akan menjadi seketaris DPD Golkar Kabupaten Bekasi.

”Hasil dari konsolidasi, Pak Eka menakhodai Partai Golkar, dan saya sebagai sekretaris,” tandasnya.

Bicara mengenai formatur yang sudah dibentuk untuk menyusun pengurus DPD Partai Golkar. Muhtada beranggapan, untuk sekretaris dan bendahara, kewenangan ada pada ketua terpilih. Formatur hanya menyusun, itu pun akan ada pertimbangan-pertimbangan lain.

”Tetap kewenangan formatur, tapi disitu punya hak ketua terpilih juga. Nanti saat formatur menyusun, akan dipertimbangkan kabinet (pendukung) saya di masukkan apa tidak, nanti saya punya catatan-catatan,” pungkasnya.

Disinggung mengenai hasil konsolidasi, misalkan berbeda dengan kenyataan, Muhtada menegaskan, misalkan ada upaya untuk tidak menjadikan dirinya sebagai seketaris, itu tandanya sudah keluar dari konsolidasi. Artinya, sudah mengingkari konsolidasi.

”Didalam politik itu sah-sah saja. Akan tetapi resikonya akan terjadi perpecahan, dan saya juga bisa menggugat. Mohon maaf, SK pun tidak akan kami turunkan dari DPD Jabar. Karena SK itu tidak akan diterbitkan kalau tidak sesuai hasil konsolidasi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam Musda ke-X DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Eka Supria Atmaja yang juga Bupati Bekasi, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi periode 2019-2024. (pra)

Tags
Close