Berita UtamaCikarang

Pengedar Obat Keras Ilegal Digaruk Polisi

Pengedar
DITANGKAP: Dua orang pengedar obat keras ilegal, Garda Wisnu Adi Saputra (28) dan Rizki Rialdi (19) berada di Mapolsek Kedungwaringin. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Dua orang pengedar obat keras ilegal, Garda Wisnu Adi Saputra (28) dan Rizki Rialdi (19), ditangkap polisi. Mereka berdua kedapatan memiliki obat keras jenis heximer sebanyak 10.500 butir, dan tramadol sebanyak 400 butir.

Kedua remaja itu ditangkap saat petugas Polsek Kedungwaringin melakukan Operasi Nila Jaya di Jalan Raya Irigasi, Kampung Kedunggede, RT 04/02, Desa Kedungwaringin, Rabu (18/9) sore.

Kapolsek Kedungwaringin, AKP Akhmadi, mengatakan, saat petugas kepolisian sedang melakukan observasi disekitar, melihat ada sebuah sepeda motor yang ditumpangi dua orang remaja (pelaku), membawa bungkusan plastik putih.

Menurutnya, petugas kepolisian merasa curiga, karena plastik yang dibawa disimpan diantara pengemudi dan penumpang, yang kemudian terlihat menemui seseorang yang berada di atas motor.

Karena curiga, kemudian petugas kepolisian yang sedang bertugas langsung menghampiri ketiga orang tersebut. Namun, ketiga remaja yang menggunakan dua sepeda motor langsung kabur, saat melihat ada polisi yang mau menghampirinya.

Polisi semakin curiga dan langsung mengejarnya. Nahas, kedua pelaku yang membawa obat keras tersebut terjatuh dari sepeda motor.

Kedua orang pelaku yang itu langsung diperiksa. Plastik yang mereka bawa ternyata berisi obat keras jenis heximer dan tramadol.

”Kedua remaja ini rencananya akan menjual kepada remaja yang asal Karawang, yang berhasil kabur saat dikejar,” katanya.

Setelah itu pihak kepolisian membawa kedua orang pelaku ke Mapolsek Kedungwaringin.

Atas perbuatannya, kedua orang tersebut dijerat Pasal 196-197 UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, subsider Pasal 83 UU Kesehatan Tahun 2014 dengan ancaman hukuman dua tahun penjara. (pra)

Close