Bekasi

Ajak Guru Berkomunikasi yang Baik

Abdimas Dosen Fikom UBJ Bekasi

FOTO BERSAMA : Dosen Fikom UBJ Bekasi saat foto bersama usai mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat, belum lama ini.

RadarBekasi.id – Berkomunikasi yang baik, merupakan keharusan dalam proses pendidikan. Dengan seperti ini, diharapkan materi pelajaran dari guru ke siswa atau nasihat orang tua ke anak bisa dterima dengan baik. Sehingga, pendidikan yang diharapkan bisa terwujud.

Ya, setrategi komunikasi dalam pendidikan menjadi tema kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dosen Fakultas Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta (UBJ) Raya Bekasi. Kegiatan dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Miftahul Falah Jl. Kubang RT 03/09 DS. Cimacan Kec. Cipanas, Cianjur belum lama ini.

Salah seorang dosen Fikom UBJ Sari Endah Nursyamsi menjelaskan, strategi komunikasi antarpersonal orang tua dan guru sangatlah penting, karena adanya sikap keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan ada dalam hubungan antara orang tua dan guru.

Menurutnya, sikap sehari – hari yang dikeluarkan oleh guru maupun orang tua kepada anak atau murid membuat anak tersebut cenderung meniru.”Untuk itu, guru dan orang tua harus bisa memberi contoh sikap yang baik kepada anak atau murid.”terangnya.

Selain itu menurutnya, dibutuhkan suasana yang bersahabat/positif baik dilingkungan rumah maupun sekolah sehingga terciptalah sebuah komunikasi orang tua dan guru kepada anak menjadi positif atau lebih harmonis.

“Di lingkungan sekolah, guru juga harus memiliki strategi dalam berkomunikasi kepada muridnya, khususnya dalam penelitian ini anak di usia dini. Beberapa ilmu yang harus dimiliki oleh guru dalam mendidik anak muridnya yakni mampu untuk berkomunikasi dengan baik dan jelas sehingga memudahkan muridnya untuk mengerti dan paham apa yang disampaikan, materi yang diberikan itu mudah diikuti, menarik, sesuai dengan konteks peserta didik, selain itu guru juga harus mampu memiliki sikap kompeten dan adanya sikap antusias serta memilki selera humor yang baik.”paparnya.

Dosen lainnya Nita Komala Dewi menambahkan, kemampuan seseorang dalam memahami informasi memiliki tingkat yang berbeda – beda. Menurutnya, pengaruh kognitif, emosianali dan lingkungan serta pengalaman sebelumnya merupakan faktor yang memainkan peranan penting dalam memahami atau membentuk pandangan global, juga merupakan hal – hal yang diperoleh dan pengetahuan serta keahlian.

Menurutnya, ada beberapa gaya cara anak- anak untuk belajar, yakni dengan gaya belajar visual dimana kemampuan belajar dengan melihat yang menggunakan indera pengelihatan yang tajam dan teliti. Gaya belajar auditori yakni lebih cenderung dengan menggunakan indera pendengaran yang baik dan lebih fokus.

“Gaya belajar kinestetik merupakan gaya belajar dengan melibatkan gaya gerak atau gerakan. Gaya belajar global yang memiliki kemampuan memahami sesuatu secara menyeluruh dan mampu mengartikan hal –hal yang bersifat tersirat dengan bahasnya sendiri secara jelas. Terakhir gaya belajar analitik, dimana gaya belajar ini memiliki kemampuan dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci, spesifik, dan teratur.”paparnya.

Sementara itu, dosen lainnya Nasaruddin Siregar berharap melalui pengabdian masyarakat ini bisa mengembangkann pengetahuan para tenaga pendidik di PAUD Miftahul Falah dalam memberikan materi ajak kepada anak didiknya.

“Bahasa merupakan faktor penting dalam membangun komunikasi lisan yang efektif. Pada anak-anak, bahasa berkembang dimulai sejak usia dini. Anak belajar bahasa dengan menggunakan indera penglihatan dan pendengaran dengan cara melihat, mendengarkan, serta menirukan orang-orang yang ada di lingkungan sekitarnya,”tandasnya. (tim/mif

Close