BEKACITIZENOpini

Diklat Penguatan Kepala Sekolah:

Oleh: M. Shalahuddin

Menuju Lembaga Pendidikan Unggul Berbasis Islam

Radarbekasi.id – Sejak Sabtu, 28 September 2019 sampai 5 Oktober 2019 sebanyak 200 Kepala Sekolah TK/SD/SMP di wilayah Kabupaten Bekasi berkumpul di Hotel Capital O Topas Galeria Bandung Jawa Barat untuk mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan Kepala Sekolah yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atas kerjasama Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, LP2KS, dan Universitas Pasundan Bandung.

Pelaksanaan kegiatan Diklat ini sebagai respon atas diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai kepala Sekolah, bahwa salah satu syarat kepala sekolah adalah telah selesai mengikuti Diklat dan mendapatkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) serta mendapatkan Nomor Unik Kepala Sekolah. Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 ini mewajibkan kepada kepala sekolah yang sudah menjabat sebelum diterbitkannya peraturan tersebut untuk mengikuti Diklat Penguatan dengan durasi 71 jam.

Selama 8 hari, seluruh peserta diklat mendapatkan materi-materi yang berkaitan dengan manajerial sekolah. Diantaranya kebijakan kementerian, kebijakan pemerintah daerah, teknis analisis manajemen, pengembangan RKS dan pelaporan, pengelolaan keuangan, pengelolaan kurikulum, pengelolaan PTK, pengelolaan peserta didik, pengelolaan sarpras, supervisi dan PK Guru, supervisi dan PK Tendik, rencana PKB, kepemimpinan perubahan, pengembangan kewirausahaan, pengembangan sekolah berdasarkan 8 SNP. Kegiatan ini diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test untuk mengukur tingkat keberhasilan Diklat. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi literasi digital yang digunakan untuk menguatkan program literasi di sekolah sebagai tantangan dari era 4.0 dan syarat mutlak kepala sekolah menguasai IT.

Semangat Berubah untuk Menjadi Lebih Baik

Mulai hari pertama mengikuti Diklat, saya merasakan semangat dan antusias yang luar biasa dari seluruh peserta Diklat. Keaktifan dan respon positif dari setiap sesi memberikan suasana diklat semakin dinamis. Hal ini karena adanya kesamaan visi dan misi dari seluruh peserta Diklat akan pentingnya perbaikan perubahan kualitas pengelolaan sekolah. Setiap materi diiringi dengan tugas mengerjakan LK, sehingga seluruh peserta dengan serius dan fokus mengikuti dan mengerjakan LK sambil ditemani kopi nikmat.

Seputar pengelolaan sekolah sejatinya bukan barang baru bagi peserta Diklat, karena saat ini seluruh peserta sudah menjadi pimpinan di unit sekolah masing-masing. Akan tetapi, setiap sesi terdapat diskusi dan curah pendapat di setiap materi, pasti ada berbagai pengalaman yang disampaikan oleh peserta Diklat. Dan itu memberikan informasi dan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta Diklat untuk diterapkan disekolah masing-masing. Peserta Diklat ini diambil datanya dari Dapodik sekolah dan terdaftar sebagai sekolah inti di sekolahnya. Pelaksanaan Diklat dipandu oleh pengajar yang memiliki lisensi sebagai master trainer dari lembaga yang terjamin kualitasnya seperti LPMP dan LP2KS. Semangat untuk melakukan perubahan pengelolaan pendidikan di sekolah menjadi ’virus menular’ dari kegiatan Diklat ini, dengan jiwa pembelajar yang dimiliki peserta menjadikan setiap sesi atau materi terasa nikmat.

Arah Sekolah, Peran Strategis Kepala Sekolah

Peran dan fungsi Kepala Sekolah saat ini fokus pada 3 komponen besar yaitu manajerial, kewirausahaan dan supervisi. Menjalankan peran dan fungsi ini membuat kepala sekolah banyak melakukan penataan dan pengelolaan terhadap berbagai komponen yang ada di sekolah. 8 SNP yang ada menjadi ukuran-ukuran yang harus dicapai. Menyadari akan pentingnya peran sebagai kepala sekolah, maka menjadi pribadi untuk terus belajar merupakan satu karakter yang harus ada dalam diri kepala sekolah. Posisi kepala sekolah bukan sekadar jabatan prestisius, akan tetapi jabatan yang menjembatani perubahan generasi melalui berbagai aktivitas pembelajaran di sekolah. Kepala sekolah harus menyadari bahwa kuantitas dan kualitas pekerjaan tidak hanya melalui ukuran-ukuran angka dari setiap capaian target program kerja. Lebih dari itu, totalitas dalam mengabdikan diri di sekolah dan di dunia pendidikan inilah yang menjadi spirit perubahan tersebut. Pendidikan adalah investasi dunia akhirat, investasi kebaikan buat diri, generasi dan peradaban. Oleh karenanya, ikhtiar yang maksimal untuk mempersembahkan layanan terbaik merupakan kualitas hidup seorang kepala sekolah.

Kedepan Kepala Sekolah yang belum memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) serta belum memilki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) maka sekolah tidak bisa mencairkan dana BOS, menandatangani rapor dan ijazah serta kebijakan penting lainnya.

Menuju Lembaga Pendidikan Unggul Berbasis Islam (Iman, Taqwa, Ilmu dan Amal)

Sebagaimana Visi Nurul Fajri, maka Diklat penguatan kepala sekolah ini bagi kami pada akhirnya bertujuan mewujudkan Visi Menuju Lembaga Pendidikan Unggul Berbasis Islam (Iman, Taqwa, Ilmu dan Amal) dengan Misi; Mendidik generasi Rabbani yang cerdas, berprestasi dan berkepribadian menarik, menyelenggarakan pendidikan melalui proses pembelajaran yang bermutu serta pengelolaan Pendidikan secara profesional untuk perubahan pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan hidup (life skill). Hadirnya Nurul Fajri di wilayah Cikarang Barat, Cibitung dan sekitarnya diharapkan bisa memberikan solusi terhadap perbaikan kondisi generasi bangsa dan negara ini dan itu semua diawali dari dunia pendidikan di sekolah. (*)

Kepala SDIT Nurul Fajri Cikarang Barat

Close