MetropolisPublik

Lima Perlintasan Bakal Ditutup

Usulkan Pembangunan Flyover dan Underpass

BAHAYA: Pengendara sepeda motor melintas di perintasan tanpa palang pintu di Kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RadarBekasi.id – Lima perlintasan kereta api di wilayah Kota Bekasi akan ditutup pada 2021 mendatang. Hal itu menyusul target pengoperasian Double-Double Track (DDT) dan kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Setidaknya ada lima titik perlintasan dari Stasiun Bekasi hingga ke perbatasan Kota dengan Kabupaten Bekasi. Diantaranya adalah yang mengarah ke Jalan Perjuangan, Agus Salim, M Yamin, Ampera dan Bulak Kapal.

Namun, tiga titik perlintasan yang selama ini digunakan masyarakat untuk menyebrangi rel kereta dinilai jadi prioritas untuk dibangun flyover atau underpass sebagai akses perlintasan saat Double-Double Track (DDT) beroperasi.

”Terpenting itu M Yamin, Perjuangan, sama Agus Salim, kan kalau Bulak Kapal mau dibuat Flyover, kalau Ampera lokal itu sebenernya harus ditutup” terang Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Erwin Guwinda kepada Radar Bekasi.

Erwin menjelaskan pada rapat terakhir tahun 2018 lalu, PT KAI menyatakan pembangunan alternatif berupa flyover dan underpass tersebut merupakan kewajiban daerah.

Pemerintah Kota awalnya keberatan dengan pembangunan yang dibebankan kepada daerah. Namun, informasi terakhir akan ditanggulangi oleh kereta cepat Jakarta-Surabaya.

”Tapi terakhir akan ada proyek kereta cepat Jakarta Surabaya, nah itu akan ditanggulangi oleh kereta cepat Jakarta-Surabaya,” lanjut Erwin.

Sementara, salah satu warga Kota Bekasi menilai adanya flyover atau underpass diperlukan sebagai alternatif jika DDT sudah beroperasi dan perlintasan kereta harus ditutup.

Jika tidak, maka akan membuat sulit pengguna kendaraan lain, Terlebih lagi harus memutar arah lebih jauh untuk dapat melintasi rel kereta api.

”Perlu banget untuk dibangun underpass atau flyover, tujuan diadakannya jalur ganda kan untuk mempermudah dan mempercepat KRL, khususnya para penggunanya agar tidak antri lagi dengan kereta Jawa. Ya, intinya jika ingin membuat jalur ganda untuk kereta api, fikirkan juga alternatif masyarakat sekitar yang rutinitasnya melewati jalur tersebut,” ungkap salah satu warga Kota Bekasi, Eko Yuni Santoso (26).(sur).

Related Articles

Back to top button