Berita UtamaPolitik

Nasdem Disebut Penyebab Tertundanya Pemilihan Wabup

Wabup
BERKAS PENDAFTARAN: Salah satu calon wakil bupati Bekasi, Tuti Nurcholifah Yasin saat menyerahkan bukti pendaftaran kepada Ahmad Budiarta yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi, di Kantor Sekretariat DPD Golkar Kabupaten Bekas, beberapa waktu lalu. DOK/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Molornya pemilihan Wakil Bupati (Wabup) Bekasi yang hingga kini tidak ada kejelasan, karena dua nama yang direkomendasikan DPD Nasdem sebagai partai koalisi, berbeda dengan DPD Golkar Kabupaten Bekasi.

Sehingga tidak bisa di daftarkan ke DPRD untuk dilakukan pemilihan.
Hal itu disampaikan oleh mantan Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Bekasi periode 2012-2019, Sonhaji.

Ia beranggapan, bahwa pemilihan wakil bupati dengan sisa masa jabatan masih di atas 18 bulan, baru bisa didaftarkan oleh Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, apabila sudah mendapat rekom dari DPP masing-masing partai koalisi, dengan nama yang sama.

”Saat ini yang saya tahu, baru ada rekomendasi dari DPP Partai Golkar, dengan mengusung Tuti Nurcholifah Yasin dan Marjuki. Sedangkan partai koalisi, seperti Nasdem, Hanura, dan PAN belum menyerahkan surat rekomendasi dari DPP masing-masing,” kata Son kepada Radar Bekasi melalui aplikasi WhatsApp, belum lama ini.

Lanjut Son, dirinya malah mendengar kabar bahwa DPP Nasdem memberikan rekomendasi kepada satu nama yang berbeda dari dua nama yang diusulkan DPD Golkar. Ketika ditanya apakah benar penyebab tertundanya pemilihan wakil bupati disebabkan Nasdem?, dia membenarkan nya.

“Iya, penundaan pemilihan wakil bupati itu sehingga tidak bisa di daftarkan ke DPRD, gara-gara Nasdem,” terang Son.

Menurutnya, apabila rekomendasi dari DPP masing-masing partai koalisi untuk dua nama yang sama dengan Golkar, seharusnya sudah bisa diserahkan ke DPRD.

“Kalau dua nama yang direkomendasikan oleh DPP masing-masing partai koalisi, Bupati yang juga merupakan Ketua DPD Golkar bisa mendaftarkannya ke DPRD untuk dilakukan proses pemilihan,” beber Son.

Adapun soal komunikasi dengan partai koalisi, Son enggan memberi keterangan. “Saat itu pertai koalisi hanya berkomunikasi dengan Pak Eka sewaktu masih jadi Plt Ketua DPD Golkar, tapi kalau dengan saya selaku Sekretaris DPD, belum pernah,” ucapnya.

Sementara Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin menuturkan, sebelumnya Nasdem dan dua partai koalisi lain sudah berkirim surat ke Partai Golkar sebagai pengusung untuk mengajak berkomunikasi.

“Sampai hari ini surat yang kami kirimkan tidak ada tanggapan. Sehingga partai koalisi dan partai pengusung belum ada rapat lanjutan untuk duduk bersama membahas perihal wakil bupati,” ujar Teten saat dihubungi melalui telepon, Rabu (2/10).

Ketika disinggung mengenai penundaan pemilihan wakil bupati disebabkan oleh Nasdem, Teten menegaskan, bagaimana mau kelar, kan harus ada berita acara lintas partai koalisi dan partai pengusung. “Partai koalisi dan partai pengusung tidak pernah duduk Bersama untuk membahas kelanjutan wakil bupati,” tukasnya.

Dari informasi yang diperoleh Radar Bekasi, untuk menjadi wakil bupati, Nasdem merekomendasikan dua nama, yakni Rohim Mintareja dan Marjuki. Akan tetapi, informasi tersebut ditepis oleh oleh Teten.

“Sebenarnya untuk dua nama itu belum final, karena sekarang kami sedang fokus mengurus perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) terkait amar putusan Mahkamah Konsitusi (MK),” tegasnya.

Sedangkan mengenai kemungkinan ada perubahaan nama untuk wakil bupati dan sesuai yang direkomendasikan oleh Partai Golkar, menurut Teten itu bisa saja terjadi.

“Kalau bicara kemungkinan, yang namanya politik bisa saja. Cuma yang paling penting itu, bagaimana partai koalisi dan pengusung untuk duduk bersama,” harapnya.

Teten menegaskan, Golkar sebagai partai pengusung, harusnya sudah ada upaya untuk duduk bersama dengan partai koalisi. Apa lagi sekarang, ketua DPD nya sudah definitif.

“Yang saya lihat, sampai hari ini tidak ada upaya itu dari Partai Golkar. Tolong jangan tunjuk sana, tunjuk sini. Padahal persoalan di dalam dirinya sendiri tidak bias diselesaikan. Kami sampai saat ini masih menunggu untuk duduk bareng,” pungkas Teten. (pra)

Tags
Close