Arung JeramBerita UtamaOlahraga

Venue Diklaim Hambat Pembinaan Arung Jeram

Program Baru Berjalan 2020

RadarBekasi.id – Proses pembinaan atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Bekasi masih tersendat. Pengurus cabang (Pengcab) beralasan, perihal sarana dan prasarana menjadi penghambat program latihan.

Sekretaris Umum FAJI Kabupaten Bekasi, Iwan Setiono mengatakan lokasi latihan hanya ada beberapa venue di Jawa Barat. Pertama di Sukabumi dan keduanya di wilayah Bandung Barat.

”Sejauh ini memang belum (program pembinaan,Red). Tapi Insya Allah, tahun 2020 kita akan mulai menjalakan tahapan,” ujarnya kepada Radar Bekasi.

Terkait kendala yang dihadapi, kata dia, komunikasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi sudah dilakukan.

Hasil komunikasi sendiri, menghasilkan beberapa poin, pertama pemaksimalan atlet yang dimiliki atau yang sebelumnya di terjunkan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII 2018 Jawa Barat. Keduanya dibahas soal venue latihan.

”Terkait venue kita akan survei terlebih dahulu. Sebelumnya, kita akan membahasnya ditingkat pengurus sebagai kajian awal,” bebernya.

Ditanya terkait usulan menggunakan kembali atlet eks Porda 2018, Iwan mengaku tidak keberatan. Karena, menurutnya secara kualitas masih berpeluang mendulang medali.

”Sementara, yang masih kita lihat di putra saja peluangnya. Itu kalau atlet lama. Kalau untuk putri kita masih belum,” bebernya.

Untuk tim putri, lanjut Iwan, saat Porda 2018 di Kabupaten Bogor, masih dibawah rata- rata. Bahkan, tidak berhasil meraih medali.

”Tapi bila dilihat lebih jauh. memang wajar, karena saat itu, mereka masih kecil-kecil dan tergolong atlet pemula kita. Tahun 2022, mereka sudah cukup usia,” imbuhnya.

Lebih jauh pihaknya berencana kembali memanggil atlet eks Porda 2018. Namun, proses pemanggilan tersebut menunggu rancangan program rampung.

”Yang jelas, 2020 awal progres kita. Saat ini, kita memang masih dalam proses pematangan program Porda terlebih dahulu,” tukasnya. (dan)

Tinggalkan Balasan

Close