Berita UtamaOlahragaTenis Meja

Tenis Meja Diisukan Dicoret

Terancam Absen di PON

RadarBekasi.id – Persatauan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI), diisukan dicoret dan tidak dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX 2020.

 Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI Jawa Barat (Jabar) berharap ada keputusan pasti terkait dipertandingkan atau tidak cabang olahraga tenis meja di PON.

Ketua Umum PTMSI Jabar, Ade Koesjanto menuturkan, ketika Papua diputuskan sebagai tuan rumah PON XX, sudah seharusnya mempersiapkan sarana dan prasarana bagi cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Sebelumnya, PON XX sendiri akan mempertandingkan 47 cabang olahraga tapi muncul wacana sebanyak sepuluh cabang olahraga batal dipertandingkan termasuk tenis meja.

”Kita sendiri tidak tahu kenapa cabang olahraga tenis meja ini diwacanakan dicoret dari PON XX padahal dari sisi  sarana prasarana tidak lah rumit. Itu yang belum kita tahu alasannya kenapa?” ujar Ade kepada Radar Bekasi, di Sekretariat PTMSI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, belum lama ini.

Pencoretan sendiri, hingga saat ini belum ada kepastian. Tidak adanya kejelasan juga berimbas pada persiapan yang sudah dilakukan Pengprov PTMSI Jabar, salah satunya dengan menghelat sentralisasi Pelatda PON.

Dari hasil pelaksanaan Musornas KONI tanggal 23 September 2019 lalu di Sumut, kata dia, muncul beberapa keputusan yang salah satunya merekomendasikan sepuluh cabang olahraga yang sebelumnya diwacanakan dicoret pada PON XX untuk tetap dipertandingkan.

Dimana rekomendasi dari KONI Pusat yang berasal dari seluruh KONI Provinsi disampaikan pada Kemenpora RI dan Panitia Besar (PB) PON XX/2020 Papua.

”Kalau pun Papua tidak memiliki sarana prasarana kesepuluh cabang olahraga tersebut, bisa digelar di luar Papua tapi tetap menjadi bagian pertandingan PON XX. Jabar sendiri siap jadi tuan rumah untuk tenis meja, tapi hingga saat ini belum ada jawaban pasti dan resmi,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya pun berharap ada keputusan resmi sekaligus kepastian terkait cabor tenis meja yang masih sumir.

Padahal, secara tahapan sudah terus dijalankan. Dimana, pihak PB PTMSI sudah menetapkan jadwal babak kualifikasi PON XX cabang olahraga tenis meja akan digelar di Samarinda, Kalimantan Timur pada November 2019 mendatang.

”Harapan kita, sebelum pelaksanaan babak kualifikasi digelar pada November itu harus sudah ada keputusan. Apakah tenis meja dipertandingkan atau tidak di PON XX. Kalau memang dipertandingkan, kita bisa persiapkan atlet dan kalau tidak, buat apa ada babak kualifikasi PON XX. Pertandingan di PON ini kan berbeda dengan kejuaraan nasional,” tukasnya.

Kabar tersebut juga ditanggapi pengurus cabang (pengcab) PTMSI Kabupaten Bekasi. Pihaknya menyayangkan jika hal itu benar terjadi.

”Saya pertama tidak percaya. Kan sudah mau melaksanakan babak kualifikasi (BK) PON. Ini bener-bener keterlaluan, memangnya tenis meja apaan kok gini banget,” ujar Ketua Umum PTMSI Kabupaten Bekasi, Evan Prabowo.

Memastikan hal tersebut, pihaknya langsung mengonfirmasi pada pengurus pusat akan wacana tersebut.

Dia mengaku, tidak mendapatkan kabar baik akan kelangsungan PTMSI di PON.

Menurutnya, apabila pencoretan dilakukan, sama dengan tidak mendukung perkembangan olahraga. Padahal, tenis meja bukanlah olahraga yang sulit dalam sarana maupun lokasi venue.

”Kalau memang tidak ada tempat. Ya sesuai dengan pernyataan ketua PTMSI Jabar, bisa dimana saja, dan tetap mengatasnamakan Papua,” bebernya.

Lanjut Evan, PTMSI Jawa Barat hingga saat ini menunggu adanya keputusan pasti terkait dipertandingkan atau tidaknya, cabang olahraga tenis meja di   PON.

”Sebenarnya kita sendiri absen, karena atlet kita tidak lolos seleksi. Tapi, bukan soal keikutsertaan, tapi ini soal PTMSI yang mestinya menjadi peserta PON,” bebernya.

”Ini sudah konyol saja. Dasarnya dari mana kalau tenis meja tidak dipertandingkan. Apakah tuan rumah tidak punya atlet atau gimana. Saya rasa, kalau persoalan venue itu sangat tidak mungkin,” tutupnya. (dan)

Tinggalkan Balasan

Close