Berita UtamaPolitik

Sholihin: Jangan Baper dalam Politik

Fraksi Golkar Persatuan Tak Dapat Jatah AKD

Sholihin
BERI KETERANGAN: Ketua DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin saat memberi ketarangan kepada Radar Bekasi terkait pembagian AKD saat ditemui usai mengikuti rapat Paripurna, Senin (7/10). DAN/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Pembagian Alat Kelengkapan Daerah (AKD) masih menyisakan unek-unek bagi sejumlah anggota fraksi di DPRD Kota Bekasi.

Meski begitu, perangkat AKD yang sudah disahkan tersebut, kini mulai sudah diterima dan tidak lagi menjadi masalah yang harus diperdebatkan oleh para elit politik Kota Bekasi.

Ketua DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin yang sempat keluar (walk out) pada saat Paripurna AKD, Jumat (4/10) pekan lalu, sudah mau angkat bicara. Dirinya juga kini legowo dan enggan mempersoalkan kegagalan dirinya menjadi Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi. Menurutnya, perubahan keputusan dalam politik merupakan hal yang biasa terjadi.

”Gak ada masalah, ini keputusan politik yang harus dihormati. Jika ada proses, dinamika, itu wajar. Tetapi kami masih mempertahankan argumentasi awal bahwa sebelum AKD dilaksanakan, kami sudah sepakat,” ujar Sholihin saat ditemui Radar Bekasi, usai mengikuti rapat Paripurna, Senin (7/10).

Tidak adanya keterwakilan dari Fraksi Golkar Persatuan dalam pimpinan AKD, menurut Sholihin, itu imbas dari konspirasi politik yang dilakukan lima fraksi lainnya.

”Ketika ada konspirasi di luar, itu wajar. Cuma kami sebagai orang beragama, seharusnya menjaga komitmen dan beretika dalam politik. Intinya, kami hormati, mau jadi ketua atau tidak, kami tetap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai wakil rakyat. Sebab keputusan nya kan kolektif kolegial,” tuturnya.

Disinggung rencana ke depan, Sholihin secara tegas meminta seluruh anggota Fraksi Golkar Persatuan jangan bawa perasaan (baper).

”Dalam politik jangan baper. Kami punya hak yang sama dengan anggota dewan lainnya. Kami akan tetap bekerja mengawasi eksekutif agar proses pemerintahan berjalan dengan baik. Tetapi kontrol yang dilakukan juga harus menjaga etika dan bertujuan untuk kemajuan Kota Bekasi,” imbuh Sholihin.

Dia juga meminta agar setiap AKD melakukan pengawasan secara konstruktif dan memiliki solusi.

”Dalam kontek pemerintah kan semua harus diawasi. Tetapi juga harus konstruktif dan jangan membabi buta. Agar roda pemerintahan berjalan dengan baik dan efektif,” tukasnya.

Sementara Ketua Fraksi Partai Golkar Persatuan DPRD Kota Bekasi, Dariyanto mengaku pihaknya sudah berupaya maksimal melakukan loby politik dan menempuh mekanisme sesuai aturan dan Tata Tertib (Tatib).

”Mengenai hasil yang kurang memuaskan, kami sudah berupaya maksimal. Ya, kami dari Partai Golkar ucapkan selamat kepada mereka yang mendapat pimpinan AKD. semoga dapat bersinergi dengan baik, kami dari Fraksi Golkar Persatuan siap bekerjasama dengan baik,” ucap Dariyanto.

Meski tidak meraih posisi pimpinan AKD, Dariyanto mengaku fraksinya tetap akan bekerja secara maksimal. ”Kami tetap memperjuangkan aspirasi -aspirasi warga Kota Bekasi,” janji Dariyanto.

Lanjutnya, banyak tugas yang akan dijalankan, oleh karena itu, Fraksi Golkar Persatuan ke depan akan fokus menjalankan tugas sesuai tupoksi, termasuk memperjuangkan aspirasi warga di dapil masing-masing.

”Karena AKD sudah diputuskan, maka yang pasti ke depan harus lebih baik dalam menjalankan tugas di DPRD,” tandas Dariyanto. (dan)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close