Berita Utama

Polisi Selidiki Dugaan Pungli PTSL

RadarBekasi.id – Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya akhirnya menindaklanjuti adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) terhadap warga Desa Sandang Sari, Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi dari program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Pemeriksaan para penerima manfaat PTSL itu pun terkesan dadakan. Sebab, warga yang dimintai pungutan saat mengajukan sertifikat tanah tidak diinformasikan, dan pemeriksaan juga dilakukan malam hari pada akhir pekan lalu.

”Iya saya tidak tahu kalau ada pemeriksaan, tiba-tiba saja ada yang ketuk pintu. Ternyata pihak Kepolisian dari Polda Metro Jaya yang didampingi anggota Polsek Cabangbungin,” tutur Matin (52) salah satu warga Desa Sandang Sari kepada Radar Bekasi, Mingggu  (13/10).

Ia menceritakan, setelah disambangi di kediamannya oleh penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Matin diminta untuk datang ke Polsek Cabang Bungin untuk diminta keterangan terkait adanya dugaan pungli PTSL.

”Wah malam-malam saya dimintai keterangan, dari pukul 23.00-00.30 WIB,” ujarnya.

Kata dia, ada sekitar 12 pertanyaan dari anggota penyidik, salah satunya kebenaran dirinya dimintai biaya pada saat pengurusan sertifikat yang merupakan program Presiden Joko Widodo (Jokowi).

”Sekitar 12 pertanyaan, tapi saya lupa detailnya. Salah satunya, membenarkan jika saya telah membayar sebesar Rp1,9 juta untuk mengurus sertifikat tanah seluas 300 meter. Selain itu, ditanya juga kepada siapa saya bayar, dan menyampaikan ke panitia PTSL,” ucap Matin.

Sementara itu, Saeful (43) juga mengakui hal yang sama. Dirinya saat itu kaget. Sekitar pukul 23.00 lebih dirinya ingin beristirahat. Namun karena untuk kepentingan hukum, ia bergegas menyambangi kantor Polsek Cabang Bungin untuk memberi keterangan.

”Iya, tengah malam saya harus memberi keterangan, banyak ya yang ditanyakan. Intinya mah soal pungli PTSL, dan saya jawab itu benar adanya,” terang Saeful

Saeful mengaku menyerahkan bukti adanya pembayaran untuk PTSL sebesar Rp3 juta.

”Saya sampaikan sudah membayar Rp3 juta untuk PTSL,” bebernya.

Sementara itu, penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Bripda Iba Octa, membenarkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terkait dugaan pungli PTSL.

”Iya benar, kami menjalankan Surat Perintah Tugas (Suprintug),” tegasnya saat dihubungi Radar Bekasi, kemarin.

Kata Iba, terkait dugaan pungli pada PTSL merupakan langkah awal untuk membuktikan. Oleh  sebab itu, saat ini pihaknya baru memasuki Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).

”Untuk kelanjutannya minggu depan akan ada langkah atau hasil awal dari Pulbaket. Dan tahap awal ini, kami baru memintai keterangan pemberi, setelah itu, para penerima pungli yang akan dimintai keterangan,” pungkas Iba.

Sekadar diketahui, dari 40 warga penerima manfaat pelayanan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pada malam itu ada sekitar 10 orang yang hadir di Polsek Cabang Bungin. (and) 

Close