BEKACITIZENOpini

Apa Kabar Akuisisi PDAM TB dan TP Bekasi?

Oleh : Syafrudin

Radarbekasi.id – Pola Good Corporate Governance (GCG) sangat kuat dalam aspek pengendalian intern, mekanisme pelaporan atas dugaan penyimpanhan, teknologi informasi, etika dan sebagainya.

Perusahaan Daerah (PD), tidak hanya sekadar menggandeng lembaga-lembaga hukum untuk menopang dalam meminimalisir terjadinya penyalahgunaan kewenangan, kinerja dan hasilnya.
Namun perlu juga secara internal perusahaan daerah tersebut benar-benar secara serius setiap waktu melakukan terobosan kreatifitas yang konstruktif serta evaluasi kinerjanya.

Perusahaan Daerah seperti BUMD Tirta Bhagasasi, BBWM, Tirta Patriot, PDMP, BPRS, Migas atau lainnya, setiap tahunnya mengusulkan penyertaan modal atau lainnya, namun apakah ada output dan outcome bagi pemerintah daerah serta warga masyarakat merasakan langsung, yang membawa dampak empati kepada BUMD tersebut?

Bagaimana pelayanan terhadap pelanggan air bersih dan bagaimana pengendalian konstruksi penyaluran air bersih yang kerap dikeluhkan air mengalirnya kecil, tidak jernih, kebocoran pipa dan sebagainya? Lalu bagaimana daya kreatifitas untuk meningkatkan layanan dan asupan tahunan bagi pemerintah daerah?

Evaluasi kinerja para pemangku kepentingan yang ada di dalam BUMD sudah sangat perlu dilakukan secara intens dan berkelanjutan.

Perusahaan bagian terpenting dalam pola pembangunan negara, pemerintahan dan masyarakat. Dalam tata kelola pemerintahan daerah, yang berbasis otonomi daerah, menjadi sangat penting adanya perusahaan daerah dalam rangka turut meningkatkan daya penguatan keuangan daerahnya.

Secara empiris perusahaan daerah yang ada di Kota dan Kabupaten Bekasi, sejak dibentuk hingga kini, tidak terlihat mengalami peningkatan kinerja yang signifikan, terutama dalam hal outcome bagi pemerintah daerah serta pelayanan publiknya.

Menurut saya, sangat perlu ditekankan tata kelolanya secara GCC yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. kepatuhan secara prosedural kinerja, kreatifitas dan etika komponen perusahaan daerah, sudah sangat harus menjadi tolok ukur guna meningkatkan peran perusahaan daerah terhadap peningkatan daya guna pemerintah bagi rakyatnya dan negara” bagaimana perjalanan akuisis teritorial fasilitas layanan air kepada pelanggan antara PDAM Tirta Bhagasasi dan Tirta Patriot?

Beberapa waktu lalu sudah disepakati dilakukannya akuisi, namun hingga saat ini belum lagi ada tanda tanda diserahkannya fasilitas beberapa cabang yang ada di wilayah Kota Bekasi, seperti cabang Harapan Baru Bekasi Barat dan Wisma Asri Bekasi Utara Kota Bekasi.

Keadaan fasilitas yang ada di cabang Harapan Baru, cukup memprihatinkan. Halaman yang masih konblok namun tidak memadai bagi pelanggan yang parkir saat membayar kewajibannya, lalu gedungnya pun sudah sangat perlu direnovasi agar tercipta kenyamanan dan kreatifitas bagi pegawai yang bekerja disana.

Kantor cabang tersebut seperti buah simalakama, karena hingga kini belum ada kepastian untuk direnovasi. terbentur dengan telah disepakatinya akuisi bagi kantor cabang tersebut.

“Saya sangat prihatin dengan perkembangan kondisi saat ini, sebagai pemerhati Politik, Sosial dan Ekonomi Daerah, hal tersebut sangat mengganggu aspek pelayanan publik, dalam hal ini pelayanan terhadap pelanggan, dan tentunya berpengaruh bagi kinerja PDAM itu sendiri. sudah saatnya political will dari kepala daerah/Bupati Bekasi untuk mensegerakan merealisasikan kesepakatan penyerahan aset yang ada di wilayah Kota Bekasi.

UU Otda sudah tentu sangat didasari oleh teritorial otonomi daerah sebagai bagian tak terpisahkan bagi daerah untuk eksplorasi potensi daerahnya dalam rangka penguatan keuangan daerah tersebut. kepatuhan kepala daerah dan para Direksi BUMD atas UU harus dikedepankan, bila dibandingkan dengan ego sentris seseorang atau sekelompok orang.”
Bagaimana action plann BUMD di Bekasi dalam menyikapi kedepan. Ribuan pelanggan pengguna air bersih yang ada di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, tentu memerlukan pelayanan prima dalam aspek air baku, pipanisasi dan pola pembayaran kewajiban pelanggan.

Air baku yang digunakan oleh PDAM TB, sangat perlu dilakukan evaluasi, setelah sekian lamanya belum ada pergantian pemasok bahan baku yang berkualitas bagus.
Palija atau lainnya yang sudah memiliki bahan baku dan menghasilkan air bersih yang sangat patut dijadikan sampling dalam hal penggunaan bahan bakunya.

Kreatifitas pengelolaan air bersih siap pakai, seyogyanya dilakukan selama belum tercapai tujuan sebagai Penghasil air bersih siap pakai bagi masyarakat, perusahaan, mall maupun pemerintahan yang ada di Bekasi.

“Hal itu sangat ditentukan dengan penggunaan bahan baku pengolah air yang menjadi aset daerah/negara. menurut saya sangat perlu adanya evaluasi dari eksternal perusahaan daerah tersebut, sehingga benar-benar dilakukan upaya-upaya meningkatkan peran BUMD dalam rangka penguatan keuangan daerah, bukan untuk kepentingan internal BUMD dan/atau lainnya”

Pembangunan di sektor dunia usaha oleh Perusahaan Daerah, bukam sekadar plat merah yang bisa dijadikan loker bagi para lulusan politisi, birokrat dan juga para aktifis, terutama BUMD yang sangat kuat payung hukumnya, seperti BUMD Perusahaan Air Minum, apalagi BUMD Tirta Bhagasasi, yang memiliki teritorial dan pangsa pasar yang luas dan berlimpah.

Wajah daerah akan semakin suram jika tidak ada upaya kreatif yang sinergis secara internal maupun eksternal. Birokrasi saja sudah diwajibkan untuk menggunakan gaya private dengan tetap berpedoman pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Apalagi bagi sekelas BUMD PDAM TB, yang sudah berkiprah puluhan tahun, namun tidak berdaya dengan adanya percepatan pembangunan di beberapa sektor pemerintahan.
“apa yang sudah dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran air sungai kalimalang? apa pula yang sudah dan/atau sedang dilakukan dengan adanya percepatan dunia usaha? masa harus terus berkutat pada aspek mencari dan memdapatkan anggaran untuk kegiatan rutinitasnya, lalu melaporkan anggaran yang digunakannya selesai pula dianggap telah bekerja”

BUMD TB yang memiliki komponen Direksi dan Badan Pengawas, tentu harus menjadi perfect team and squad dalam melihat dan menghadapi tantangan geografis dan demografis untuk menjadikan BUMD berdaya melayani pelanggan dan turut memperkuat keuangan daerah.

“Tirta Bhagasasi dengan di nakhodai Dirut dan direksi lainnya saat ini serta Badan Pengawasnya, apalagi Dirutnya yang sudah beberapa kali periode dengan mitra kerjanya badan pengawas, tentu sudah sangat paham apa yang harus dilakukan dengan kondisi geografis dan demografis di wilayah kerjanya, namun yang terlihat hanya berkutat pada aspek pipanisasi dan percantik gedung.

Daya dorong kreatif yang konstruktif, tidak terlihat dari sisi Humas dan Pemasarannya, banyak ladang industri yang sangat mungkin bisa dirambah untuk penguatan perusahaan dan keuangan daerah tentunya, sehingga dalam beberapa tahun kedepan, sudah tidak begitu penting lagi anggaran penyertaan modal dari Pemda dan Pemkot.” (*)

Pemerhati politik, sosial dan ekonomi daerah

Close