Politik

Anggota DPRD Mustakim Bekingi THM

THM
DATANGI THM: Sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi mendatangi salah satu THM yang masih buka saat merazia sejumlah THM diarea Plaza Metland Tambun, Kabupaten Bekas, Senin (14/10) malam. PRA/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim, diketahui membekingi salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) yang berada diarea Plaza Metland Tambun, Kabupaten Bekasi.

Hal tersebut terungkap, ketika Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi melakukan razia disejumlah THM, Senin (14/10) malam.

Dalam razia yang dimulai pukul 22:00 WIB itu, Satpol PP mendatangi satu persatu THM yang berada diarea Metland Tambun. Namun begitu sampai di TMH Pikapika Healthy Club, pemilik THM tersebut menyebut nama anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim, yang menyuruh dirinya membuka segel larangan buka yang dipasang Satpol PP sebelumnya.

“Katanya disuruh sama Pak Mustakim untuk membuka segel yang kami pasang sebelumnya,” ujar Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Bekasi, Kadarudin, kemarin.

Meski demikian, kata Kadarudin, jawaban dari pemilik THM bisa saja mengada-ngada. “Biarin saja, dia mau bawa-bawa nama siapa juga, yang penting sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang melarang THM beroperasi di Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Kaharudin menegaskan, setelah razia ini, apabila ada THM yang kembali buka, akan ditutup. Hal tersebut dirasa sudah tegas. Walaupun saat disinggung mengenai penegakan Perda 3 tahun 2012 itu, ada point akan dilakukan pidana apabila merusak segel.

Pasalnya, hal serupa pernah dilakukan sebelumnya, tapi banyak THM yang kembali buka. Namun sampai saat ini, penegakan Perda hanya dilakukan sebatas razia saja, seperti penutupan dan selanjutnya tidak ada pengawasan.

“Penutupan THM ini sudah merupakan tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Kalau sank sinya sudah jelas di dalam Perda. Makanya tadi saya tanya siapa yang mencopot segel itu?, tapi mereka berdalih tidak tahu. Jadi tidak ada kejelasan dari semua jawaban pengelola,” tukas Kaharudin.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim, menanggapi dugaan adanya keterlibatan dirinya di salah satu THM. Politisi Partai Demokrat ini membenarkan hal tersebut. Menurut dia, itu dilakukan karena infonya THM tersebut tidak menjual minuman keras (miras).

“Berdasarkan informasi yang saya terima dari pengelola THM, mereka tidak menjual miras dulu. Niatnya cuma dagang,” jawab Mustakim melalui aplikasi Whatsap.

Mustakim yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat ini mengaku, bahwa pemilik THM tersebut adalah tetangganya. “Ibunya tetangga saya, dan kerjanya jual kue, gorengan serta dagang keliling,” bebernya. (pra)

Tags
Close