Cikarang

Obon Desak Percepatan Pembangunan Bendungan

RadarBekasi.id – Anggota DPR RI, Obon Tabroni, meninjau pembangunan bendungan yang ambrol. Kondisi ambrolnya jembatan sangat berdampak pada aliran air untuk pengairan 10 ribu hektar sawah di lima kecamatan.

”Saya sejak dilantik jadi anggota DPR RI berkunjung ke beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi. Pada saat bertemu dengan beberapa petani mengeluhkan aliran air yang menghambat pengairan untuk persawahan,” kata Obon saat ditemui, di Bendungan Rawa Lele, Desa Wanajaya, kemarin, Selasa (15/10).

Menurut Obon, bendungan yang tak mengalirkan air untuk para petani sangat mempengaruhi perekonomian. Sebab para petani tidak bisa bertanam padi atau melakukan aktivitas pertanian.

Kedatangan Obon yang langsung turun melihat proses pembangunan bendungan dan jembatan yang ambrol adalah bagaimana pelaksanaan pembangunan bisa cepat terealisasi, sebab politisi parpol besutan Prabowo Subianto ini prihatin saat bertemu para petani yang tak bisa bercocok tanam.

”Saya sangat iba karena rakyat tidak bisa bertani. Bahkan ada yang empat musim nyawah tidak bisa bertani lantaran tidak ada aliran air,”jelasnya.

Hasil dari Obon turun ke lapangan, ia berhasil meminta kepada Perusahaan Jasa Tirta (PJT) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) selaku pemilik kewenangan dari bendungan untuk dapat mengalirkan air demi pengairan petani di lima kecamatan.

”Ini sangat berpengaruh untuk ekonomi rakyat Kabupaten Bekasi, dan setelah saya bertemu langsung dengan orang PJT ada pertimbangan untuk mengalirkan air demi aliran air untuk pengairan sawah,”tuturnya.

”Rencananya pembangunan bendungan dan jembatan ditargetkan bisa rampung pada bulan Januari. Dan PJT juga akan menekan kepada pelaksana pembangunan supaya dapat menambah pekerja serta alat alat untuk percepatan,” sambungnya.

Sebelumnya diberitkan, para petani di beberapa wilayah Kabupaten Bekasi masih mengalami kerugian lantaran kekeringan yang diakibatkan dari musim kemarau panjang, salah satunya di Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi.

Ketua Kelompok Petani Lubang Buaya, Desa Sukadaya, Andan mengatakan selain terkait musim kemarau kekeringan sawah juga diakabatkan dengan Kondisi pengairan.

Masa kesulitan pengairan itu sudah dialami hampir satu tahun oleh warga Sukadaya.”Pengaruh cuaca dan tanggul Rawa Lele pada gak berfungsi patah sehingga jebol sejak awal September kemarin,”katanya.

Dijelaskannya, untuk wilayah Kecamatan Sukawangi diprediksinya ada 30 hektar yang kekeringan, serta terancam gagal panen. Kerugian perhektar diperkirakan mencapai Rp 5 juta.

Para petani, kata Andan sangat berharap kepada pemerintah daerah untuk dibantu perbaikan pengairan irigasi.” Kayak  di Karawang pengairannya, jadi para petani meskipun dalam musim kemarau tetap bertani, karena ada perhatian dari pemerintah daerahnya,”harap Andan.

Sambung dia, untuk saat ini karena kekeringan, beberapa petani mengalami kerugian lantaran padi mati. Diantaranya padi berusia 15 hari pengairan tersendat, belum lagi ada yang 50 hari.”Jadi karena kurang perhatian ini padi pada mati dan banyak petani yang merugi, sebab kalau kami tidak bertani mau dapat uang dari mana,”jelasnya.

Pantauan Radar Bekasi, akibat tanggul dari yang jebol di Rawa Lele berdampak sulitnya pengairan di lima kecamatan. Diantaranya, Sukatani, Sukawangi, Tambelang, Tambun Utara, dan Cibitung.(and)

Close