Berita Utama

Kejiwaan Terganggu

Sembilan Remaja Bekasi Dirawat karena Gadget

RadarBekasi.id – Penggunaan gadget atau gawai ternyata bisa menyebabkan kecanduan hingga menyebabkan gangguan jiwa. Ya, sejumlah remaja di Bekasi mengalami gangguan jiwa karena gawai, karena kecanduan bermain game online.  Mereka saat ini sedang menjalani perawatan di panti rehabilitas.

Penelusuran Radar Bekasi, ada Sembilan Remaja di Bekasi yang saat ini menjalani perawatan, yakni empat orang di yayasan rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Zambrud Biru, Kota Bekasi dan lima pasien lainnya dirawat di Yayasan gangguan Jiwa, Al Fajar Berseri Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

”Cuma bermain game Lost Saga aja pak, kelas dua SMA (diberikan HP). Engga (tidak mau main hp lagi),” begitu jawab salah satu pasien yang direhab karena kecanduan gadget, Bima Sena (19) dengan terbatah-batah, di yayasan rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Zambrud Biru, kemarin.

Sekilas Bima sapaan akrabnya, terlihat lebih sering tertunduk, meskipun ketika diajak berbicara ia merespon dengan baik dan mengangkat wajahnya. Dia sudah sebulan terakhir menjalani perawatan di yayasan tersebut.

Informasi pihak yayasan, Bima hampir menghabiskan waktu malamnya bermain game yang ada di gadgetnya. Sementara waktu siang ia gunakan untuk tidur, sehingga kondisi tubuhnya sempat drop.

Bima tiba dalam kondisi sulit diatur, serta lambat merespon ketika diajak berkomunikasi, bahkan sebelumnya ketika dirumah ia selalu marah ketika diambil gawainya.

”Pertama Bima itu ketika datang kondisi matanya kosong, dan dia datang itu sulit diatur, dan untuk kegiatan-kegiatan apapun nggak mau,” kata pendiri yayasan Zambrud Biru, Suhartono.

Saat ini, sudah ada kemajuan lebih baik dari sebelumnya. Rencananya akhir bulan ini Bima sudah bisa kembali ke rumah bersama dengan keluarganya kembali. Bima tergolong cepat karena belum terlalu parah.

Menurut Tono, syaraf motorik Bima terganggu akibat gadget tersebut. Sampai saat ini Tono mengaku sudah menerima pasien demikian sebanyak empat kali. Terbaru, keluarga pasien yang diketahui sudah mulai berkonsultasi untuk meminta jasa rehabilitasi di yayasan Zambrud Biru tersebut dua pasien. Dalam waktu dekat keduanya akan dibawa menuju yayasan yang berada dilingkungan Kecamatan Mustikajaya tersebut, dengan kasus yang sama.

Tono menjelaskan kondisi yang dialami Bima ini sudah mengarah ke Skizofrenia. Yakni gangguan mental yang terjadi dalam jangka panjang. Gangguan ini menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi, atau waham, kondisi dimana penderitanya sulit membedakan kenyataan dengan fikirannya sendiri.

Terpisah, Ketua Yayasan Al Fajar Berseri Tambun Selatan, Marsan mengaku, hingga saat ini pihaknya masih merawat lima pasien gangguan jiwa karena game online. Marsan menceritakan, anak yang terkena gangguan kejiwaan karena telepon seluler, memiliki ciri-ciri dalam kesehariannya hanya berdiam diri dan sesekali berinteraksi. Namun, pasien itu seketika bereaksi ketika melihat telepon genggam.

”Kalau terlihat selintas tatapannya kosong, banyak diam. Tapi kalau sudah melihat Handphone (HP) yang dicarger, seketika orang itu langsung mengambil untuk dimainkan, begitu juga kalau melihat orang yang main HP seketika langsung direbut,” jelasnya.

Namun saat makan, pasien tersebut masih mau makan. Tapi, jika tidak ada yang mengingatkan, pasien tersebut akan lupa karena punya dunia sendiri. ”Ini karena mereka sudah terlalu ketergantungan dengan HP dan game, selain itu juga penggunaan HP itu cangkupannya luas,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari keluarga, para pasien sangat berlebihan menggunakan ponsel. Bahkan, mereka mengoperasikan gawai dari sejak bangun tidur hingga malam, menjelang tidur kembali. Ketergantungan itu bahkan mengganggu kehidupan nyata mereka. Tidak jarang mereka pun bolos sekolah.

”Bahkan buat makan pun mereka kadang lupa. Lebih parah lagi, kalau dilarang mereka mulai emosional. Bukan cuma marah tapi sampai melawan orang tuanya. Ada beberapa kasus, termasuk yang ada di Yayasan saya,” jelasnya.

Marsan mengaku, pasiennya sudah sejak setahun dirawat, yakni warga Cikarang Selatan dan Warga Cibitung.  Ia berpesan, penggunaan gawai seharusnya sudah mulai dikendalikan. Orang tua berperan besar mengatasi ini sejak dini. ”Orang tua harus paham, di dalam HP itu kan mengandung magnet yang bisa merusak otak. Itu mengapa ada dua orang yang tinggal di sini sekarang,” jelasnya.

Sementara itu Dosen Psikologi Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Siti Nurhidayah menambahkan, penggunaan Gadget dengan cara tidak bijak dapat menyebabkan beberapa dampak negatif seperti kecanduan, penggunaan berlebihan, dan mengakses konten negatif.

Ketiga dampak gadget tersebut dikatakan sama-sama mempengaruhi kepribadian dan mental seseorang. ”Dari ketiganya akan mempengaruhi perkembangan kepribadian, mental, terutama untuk anak-anak,” katanya kepada Radar Bekasi. (sur/and)

Close