Berita UtamaPariwisata

Lagi, Densus Obrak Abrik Tambun

RadarBekasi.id – Tim Densus 88 kembali melakukan penggerebekan kontrakan terduga teroris, Adnan alias Aulia alias Gondrong (20) di Pondok Papanmas Sejahtera, Blok A RT 07/04, Desa Setia Mekar, Rabu (26/10) malam. Penggerebekan ini dilakukan dari hasil pengembangan penangkapan terduga teroris di Bandar Lampung, belum lama ini.

Penggrebekan dan penangkapan yang dilakukan pukul 21.20 WIB tersebut, mengundang perhatian warga. Pasalnya, warga tidak pernah menyangka jika pria yang keseharainnya berjualan ikan tersebut tergabung dalam jaringan teroris.

”Kami dari Polres Metro Bekasi mem-back up kegiatan yang dilaksanakan Densus 88, melakukan penggerebekan terduga teroris. Ini berdasarkan pengembangan dari jaringan yang ditangkap di Lampung sebelumnya,” kata Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Luthfie Sulistiawan.

Setelah dilakukan introgasi, terduga teroris dan akan dibawa ke markas densus 88. Untuk dua orang adik pelaku, yang memang dari hasil pendalaman tidak ada keterkaitannya mungkin akan dilepaskan.

”Pelaku memang sudah hampir dua tahun, saat komunikasi dengan RT dan RW memang dia kecolongan juga, karena memang tidak menunjukan sama sekali pelaku teror. Secara teknis dan detailnya nanti densus, pelaku berinisial A,” tuturnya.

”Barang kali ini menjadi introspeksi kita untuk seluruh perangkat pemerintahan, agar mengevaluasi berkaitan dengan warga,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Danton Desa Setiamekar, Sair menuturkan, terduga teroris (Adnan) sehari-harinya berjualan ikan hidup. Walaupun terkadang pelaku kerap membawa cacing untuk dijual. Bahkan, Sair mengaku, Selasa (15/10) malam pelaku sempat ia tegur, karena masih diluar sambil membawa karung.

”Dia dagang ikan di kontrakannya. Semalam sempat saya tegus pukul 11 malam, katanya habis nyari cacing di Cikarang Utara,” ujarnya saat dimintai keterangan dilokasi kejadian. Rabu (16/10) malam.

Menurutnya, pelaku sudah dua tahun mengontrak. Hanya saja, ia tidak mengenal pasti pelaku. Pasalnya, dalam kesehariannya pelaku tertutup dengan warga sekitar. Kendati demikian, dirinya tidak pernah curiga keppada pelaku.

”Saya tidak curiga, karena sehari-hari jualan cacing. Namanya juga tidak tahu, karena dia tertutup, tidak bermasyarakat. Dia udah dua tahun. Kalau tidak salah tinggal sama istrinya,” bebernya. (pra)

Close