Politik

Dewan Jabar Setuju Bekasi Gabung ke Jakarta

Dewan
FOTO BARENG: Anggota DPRD Jawa Barat dari Kota Bekasi, Ade Puspitasari foto bareng dengan suaminya usai dilantik sebagai anggota dewan periode 2019-2024 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bekasi-Kota Depok, Ade Puspitasari, angkat bicara soal hasil survei yang menyatakan 60 persen warga Kota Bekasi setuju gabung ke Jakarta.
”Itu sudah mantap betul (mantul),’’ ujar Ade seperti dikutip dari PojokBekasi.com, Kamis (17/9).

Namun, kata Ade yang duduk di Komisi II ini, poin penting munculnya wacana Kota Bekasi gabung ke Jakarta, adalah kualitas kehidupan warga dan pelayanan publiknya.

Dia melihat dari beberapa faktor atas respons pro dan kontra Kota Bekasi gabung Jakarta. Di antaranya sejarah sosilogi dan psikologi.
”Sudah lama Kota Bekasi selalu diidentikan bagian dari Jakarta, bukan Jawa Barat. Sebab memang sejarahnya demikian,’’ tutur Ade.

Secara sosilogi dan psikologi, masih banyak warga Kota Bekasi yang mencari hiburan, bekerja, dan berkomunitas di Jakarta. Lingkungan ibu kota tentu memengaruhi psikologi mereka.

”Lingkungan kerja warga Kota Bekasi di Jakarta, tentu sedikit banyak akan memengaruhi cara gaya hidup dan cara pandang mereka akan proses birokrasi, proses pelayanan, kesehatan, atau pendidikan. Padahal, peraturan DKI dan Jabar berbeda,’’ beber Ade.

Terlepas dari itu semua, lanjut Ade, masyarakat memang punya hak menuntut pelayanan terbaik dari pemerintah. ”Tantanganya justru di situ,’’ tegas Ade.
Namun ia menegaskan, pada proses nya membutuhkan waktu panjang. Apakah dari segi politik, administrasi dan legalisasi, serta pemangku pemerintahan nya.
”Kesimpulan nya. Apa yang terbaik untuk masyarakat, maka itu pilihan terbaik nya,’’ jelas Ade.

Seperti diketahui, wacana Kota Bekasi menjadi bagian dari wilayah Provinsi DKI Jakarta ternyata diinginkan mayoritas warga yang kini di bawah naungan Provinsi Jawa Barat ini. Hal itu berdasarkan penelitian survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median).

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menjelaskan, dalam bertema ”Persepsi Penduduk Kota Bekasi dan DKI Jakarta Atas Rencana Penggabungan Kota Bekasi dan DKI Jakarta”, sebagian besar warga Kota Bekasi menjawab setuju ketika ditanyakan, apakah bapak/ibu setuju atau tidak terhadap rencana bergabungnya Kota Bekasi menjadi bagian dari wilayah DKI Jakarta.

”Hasil survei ditemukan, bahwa sebanyak 60,6 persen warga Kota Bekasi setuju jika Kota Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta. Hanya sebesar 11,4 persen warga saja yang tidak setuju. Sedangkan 26,0 persen warga menjawab tidak tahu,” tandas Rico dalam siaran pers nya, Rabu (16/10). (dan)

Tags
Close