Berita Utama

Liquid Vape Bikin Nge-fly

RadarBekasi.id – Narkoba dalam bentuk liquid atau cairan, kini marak disalah gunakan oleh remaja di Bekasi. Liquid ini sejatinya digunakan untuk perokok elektrik, biasanya mengandung rasa, sehingga bisa terasa seperti bermacam-macam buah-buahan dan sebagainya.

 

Ya, liquid yang mengandung narkoba sebenarnya sudah lama beredar di Indonesia. Meskipun beberapa produsennya sudah ditangkap, namun perederannya masih marak. Mereka menjual melalui online, sehingga sulit terlacak.

 

Sejumlah remaja di Kota Bekasi mengaku mengonsumsi liquid yang mengandung zat haram tersebut. Salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi mengaku, terkadang membeli liquid jenis tersebut. ”Ya, kalau lagi pengen saya beli lewat online. Gak sering, kan harganya mahal,” kata mahasiswa yang mewanti-wanti tidak disebutkan namanya ini.

 

Pemuda yang menetap di Kelurahan Arenjaya Bekasi Timur ini mengaku, beberapa rekannya mengkonsumsi liquid tersebut, menurutnya lebih sederhana. ”Rasanya fly seperti ganja. Saya beli Rp400 ribu. Tergantung rasanya,” kata pria berkulit putih ini.

 

Selain itu, salah seorang sumber Radar Bekasi lainnya mengaku pernah membeli liquid mengandung narkoba tersebut. Ia mengaku pernah membeli narkoba jenis kedua yakni THC dan CBD.

”Harganya Rp400 ribu, dia cairan liquid, kalau kita beli itu tempatnya seperti botol obat yang kecil. Via online ada,” singkat pria tersebut.

 

Sayang, ia tidak mau membeberkan lebih dalam terkait dengan liquid yang dimaksud. Ia mengaku hanya membeli sekali, lantaran coba-coba.

 

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Radar Bekasi, diketahui beberapa cairan yang kerap disalahgunakan dalam liquid Vape diantaranya, Blue Safir, kementerian kesehatan (Kemenkes) telah memasukkan narkoba jenis Blue Safir ini kedalam narkotika golongan satu.

 

Kedua, Tetrahydrocannabinol (THC) dan Cannabinoid (CBD), keduanya merupakan senyawa aktif dalam tanaman ganja. Ketiga, Methamphetamine, merupakan kandungan utama dalam narkoba jenis sabu. Narkoba jenis sabu ini mirip penggunaannya dengan jenis vaping.

 

Terakhir, Liquid Illusion, narkoba jenis ini mengandung methylenedioxymethamphetamine (MDMA) atau ekstasi juga banyak digunakan pada cairan Vape. Narkoba jenis ini dapat menimbulkan efek stimulan dan halusinogen.

 

 

Efek yang ditimbulkan setelah menghisap rokok elektrik tersebut, tidak bedanya dengan mengkonsumsi narkoba dalam bentuk konvensional, yang selama ini dikenal oleh masyarakat.

 

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi belum menerima data terkait dengan liquid mengandung bahan narkotika tersebut. Secara spesifik terkait dengan kelompok yang biasa menggunakan dan tempat biasa menggunakan cairan rokok elektrik mengandung narkoba tersebut belum diketahui, karena penyebarannya tersembunyi, ditambah dengan narkotika tersebut sangat menyerupai liquid Vape pada umumnya.

 

Namun, Kabid Pegendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Dezy Syukrawati membenarkan adanya penyalahgunaan narkoba dalam bentuk liquid tersebut, melalui beberapa artikel yang ia pelajari.

 

”Yang jelas saya pernah baca artikel, jadi hati-hati karena dia membuatnya, mengkamuflasenya dengan bahan yang biasa digunakan di Vape kan,” terang Dezy.

 

Ia meminta kepada warga Kota Bekasi untuk lebih berhati-hati terhadap produk tersebut. Bisa saja, masyarakat yang tidak tahu atau hanya ingin membeli liquid untuk rokok elektrik terseret dalam penyalahgunaan narkoba.

 

Disarankan untuk pengguna Vape membeli cairan liquid di di toko-toko resmi dan tidak tergiur dengan harga yang relatif murah. Bukan lagi rahasia publik, di berbagai tempat tersedia gerai vape, digerai tersebut menjual perlengkapan hingga liquid untuk Vape.

 

”Ya kita mengimbau untuk masyarakat lebih hati-hati dan membelinya ditempat resmi saja, walaupun mungkin ditawarkan dengan harga lebih murah,” tutup Dezy.

 

Terpisah, salah satu pemilik gerai vape, Berli mengelak produk liquid mengandung narkoba tersebut terjual bebas disembarang tempat. Ia menjelaskan para vapers tidak menggunakan liquid jenis tersebut, kecuali memang pengguna narkoba.

 

”Jadi pengguna Vape itu mereka tidak ada yang itu, kecuali mereka yang suka narkoba, baru dikasih liquid narkoba,” kata kata pria berusia 28 tahun tersebut.

 

Penurunan pembeli dirasakan oleh Berli. Namun, bukan semata-mata beredarnya liquid mengandung narkoba tersebut, melainkan cukai liquid yang terbilang mahal yakni Rp40 ribu. Liquid biasa berukuran 60 ml bisa dibeli seharga Rp100 hingga Rp210 ribu tergantung merk.(Sur)

Close