Politik

DPC PDIP Ramaikan Pelantikan Presiden

PKS Ogah Hadir

RadarBekasi.id – Setelah mendapat undangan dari DPP PDIP, Dewan Perwakilan Cabang PDIP (DPC PDIP) Kabupaten Bekasi, akhirnya turut menghadiri proses pelantikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 yang berlangsung di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10).

”Memang kami baru terima undangan nya pada Jumat (18/10) sore. Titik kumpul nya di Tugu Proklamasi pada pukul 15:00 WIB,” kata Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Usup Supriatna, Jumat (18/10).

Ia menjelaskan, dalam undangan tersebut seluruh pengurus DPC diminta untuk hadir. Kendati demikian, kata Usup, tidak melarang misalkan ada Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang mau ikut, tapi sampai hari ini belum ada undangan dari DPC untuk PAC.

”Kemungkinan seluruh pengurus DPC akan berangkat menghadiri undangan tersebut, tapi bisa saja ada kader-kader lain yang mau ikut, kurang lebih ada 30 orang. Dan yang diundang hanya pengurus DPC saja,” terang Usup.

Lanjutnya, dalam undangan tersebut salah satu agenda nya adalah syukuran. Hanya saja, dia tidak bisa memastikan apa saja kegiatan disana, selain dari syukuran, sesuai dalam isi diundangan dari DPP.

”Acaranya disana syukuran dan harus menggunakan seragam partai. Untuk nanti disana seperti apa, saya belum tahu, dan kami tinggal mengikuti instruksi saja,” jelasnya.

Adapun di Kabupaten Bekasi, sejauh ini belum ada rencana atau agenda terkait pelantikan Presiden terpilih, Joko Widodo untuk periode kedua. Walaupun sebelumnya, Usup mengaku, sempat akan membuat acara di seketariat DPC.

”Tadinya DPC PDIP berencana mengadakn nonton bareng terkait proses pelantikan di seketariat, sambil melakukan syukuran, dengan mengundang seluruh pengurus PDIP yang ada di Kabupaten sampai Desa. Tapi karena ada surat dari DPP, maka rencana tersebut kami batalkan,” terangnya.

Sementara itu, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi, dipastikan tidak akan melakukan aksi apa pun saat proses pelantikan berlangsung. Walaupun sebelumnya, Presiden PKS, Sohibul Iman secara terang-terangan menolak menghadiri undangan pelantikan Presiden terpilih, yakni Joko Widodo.

”Sebagai peserta pemilu yang sudah dinyatakan kalah, kami ikuti prosedur saja. Nanti pun kalau misalkan diundang oleh KPU sebagai penyelenggara pemilu, maka PKS akan hadir,” tegas Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Muhammad Nuh saat dihubungi Radar Bekasi, kemarin.

Nuh menyampaikan, sebagai oposisi, pihaknya tetap menghormati keputusan dari KPU. ”Siapa yang menang dan siapa yang kalah, kami tetap menghormatinya. Namun dari DPP tidak ada intruksi melakukan Gerakan saat pelantikan Presiden,” pungkas Nuh. (pra)

Close