Berita UtamaCikarang

Pimpinan DPRD Minta Klarifikasi Mustakim

Soal Membekingi THM

RadarBekasi.id – Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi akan meminta klarifikasi kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat, Mustakim. Hal itu menyusul pernyataan yang menyatakan bahwa Mustakim membekingi salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di area Plaza Metland Tambun.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha, mengatakan, klarifikasi dilakukan untuk mengetahui fakta terkait dengan hal itu.

”Saya akan minta klarifikasi dulu dengan Pak Mustakim, saya akan panggil beliau berkaitan mengenai itu, sebetulnya apa si fakta yang terjadi,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (21/10).

Aria menduga, bisa saja yang bersangkutan reflek memberikan persetujuan untuk membuka THM yang sudah dilakukan penyegelan oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi.

”Mungkin naluri dari sisi kemanusian sebagai wakil rakyat, ada rakyatnya nangis-nangis pengin usaha, barang kali ada gerak reflek. Walaupun memang diakui juga sebetulnya bertentangan dengan aturan. Jadi saya klarifikasi dulu,” tuturnya.

Namun Aria tidak bisa memastikan sanksi apa yang akan diberikan apabila Mustakim terbukti membekingi THM. Walaupun sebenarnya hal tersebut sudah diakui oleh yang bersangkutan.

”Makanya saya klarifikasi, bicara persoalan masalah sanksi saya perlu tahu dulu, saya tidak mau bicara lebih dulu, karena ini persoalan lembaga,” ucapnya.

Politikus Partai Gerindra ini menegaskan, anggota DPRD tentu paham tentang fungsi dan kewenangannya.

”Saya juga kan bertanggung jawab segala sesuatu yang dilakukan kawan-kawan anggota DPRD. Kita harus menjaga kehormatan harga diri lembaga DPRD Kabupaten Bekasi, jangan sampai rusak kepercayaan masyarakat terhadap kita sebagai wakil rakyat,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Bekasi, Adi Susila menuturkan, tidakan itu mencoreng nama baik DPRD jika benar dilakukan. Mengingat perda tentang larangan THM dibuat oleh anggota DPRD. Sehingga perlu ada tindakan tegas agar hal serupa tidak kembali terjadi.

”Tindakan tersebut bisa dilaporkan ke dewan perhormatan, dan yang pasti akan ada sanksinya. Nanti kan disidang dulu, kesalahannya seperti apa,” tutunya.(pra)

Close