Berita UtamaPolitik

Mustakim Membantah Membekingi THM

Radarbekasi.id – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim, membantah dirinya membekingi Tempat Hiburan Malam (THM) bernama Pikapika Healthy Club di Plaza Metland Tambun. Namun, dia tidak membantah memerintahkan agar segel THM yang dibuka Satpol PP tersebut dibuka pemiliknya.

Mustakim mengatakan, dirinya tidak membekingi tempat hiburan tersebut, Dia menyarankan agar THM tersebut dibuka karena pemilknya mengaku tidak menjual minuman keras (miras).

”Enam bulan yang lalu disegel di situ, malamnya ibunya ke rumah, ibunya tetangga saya tukang kue, orang datang ke rumah rakyat Bekasi yang memang perlu perlindungan saya lindungi, saya tanya kamu jualan minuman keras nggak, nggak kalau nggak jualan minuman keras buka aja,” katanya saat menghubungi Radar Bekasi, Selasa (22/10).

”Saya bukan bekingi, saya bantu orang susah, kalau bekingi dapat duit, boro-boro dapat duit,” sambungnya.

Pimpinan DPRD Minta Klarifikasi Mustakim

Akui Bekingi THM, Demokrat Panggil Mustakim

Anggota DPRD Mustakim Bekingi THM

Mustakim: Musyawarah Mufakat Cara Terbaik

Dirinya beranggapan, apa yang dia lakukan sudah benar, dan dalam persoalan ini dirinya merasa difitnah. Padahal diketahui, di dalam Pasal 47 Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 3 tahun 2016, tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan tertulis bahwa jenis usaha pariwisata yang dilarang meliputi diskotik, bar, kelab malam, pub, karaoke, panti pijat, dan live musik.

Kemudian, pada Pasal 232 ayat 1 KUHP dinyatakan bahwa barang siapa dengan sengaja memutus, membuang, dan merusak, atau pun upaya untuk menggagalkan penyegelan, akan terancam hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun, 8 bulan.
”Kalau saya si enggak pusing, karena merasa bahwa itu fitnah bagi saya, moga-moga dosa saya dikurangi sama Allah. Kalau saya berdasarkan informasi dia (pemilik), tidak menjual minuman keras. Sekarang begini, Satpol PP saya tanya, disegel enggak yang lippo ?, Sekarang sudah buka lagi, udah pada nyanyi noh, kalau perlu cek ke lapangan,” tuturnya.

Mustakim menyatakan, dirinya berencana memanggil Satpol PP Kabupaten Bekasi untuk mengklarifikasi perihal masih adanya THM yang tidak ditutup dan THM yang membuka segel.

”Makanya besok (Rabu) di dewan itu dipanggil semua satpol PP semua kalau mau ditutup, tutup semua. Bahkan, izin minuman keras yang dikeluarkan 21 perusahaan oleh BPPT saya suruh tutup juga semua, berhentiin aja semua, nggak ada buat PAD nya itu,” sambung pria yang sempat menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini.

Lebih jauh, ketika diminta tanggapannya terkait dengan rencana pemanggilan oleh Ketua DPC Partai Demokrat, Romli. dia mengaku sudah berkomunikasi.
”Barusan dia (Romli) telepon gua, kagak (ada pemanggilan), orang dia tahu, saya barusan rapat anggaran saya sampaikan itu kan cuma isu aja, orang itu kenyataannya juga nggak ada di lapangan, itu di sana juga nggak jualan minuman keras, kalau ditutup (yang) jualan minuman keras,” sambungnya.
Dia memastikan bahwa Romli tidak memanggil dirinya terkait dengan hal tersebut. ”Manggil ngapain sih, orang barusan ngobrol dengan saya nggak ada apa-apa,” ujarnya.

Sebelumnya, Satpol PP bersama Dinas Pariwisata, dan beberapa instansi lainnya, mendatangi satu persatu THM yang ada di area Plaza Metland Tambun.
Sesampainya di salah satu THM bernama Pikapika Healthy Club, Satpol PP menanyakan siapa yang mencopot segel larangan buka, yang dipasang sebelumnya.
Dari keterangan pemilik THM melalui telepon, karena saat itu sedang tidak ada di lokasi, dia menyebut nama Mustakim yang menyuruh membuka segel tersebut. Hal itu dibenarkan juga oleh Satpol PP, bahwa pemilik THM tersebut menyebut nama Mustakim, yang menyuruh membuka THM.

Kemudian, Radar Bekasi yang saat itu ikut melakukan razia, langsung mengklarifikasi hal itu kepada Mustakim. Mustakim merespon, dengan memberikan jawaban.

”Infonya dia tidak menjual minuman keras dulu. Niatnya cuma dagang katanya,” ujarnya melalui aplikasi WhatsApIp, Senin (14/10) malam.
Mendapatkan jawaban tersebut, Radar Bekasi mencoba lebih memastikan, dengan membalas. ”Niatnya cuma dagang katanya. Nggak jual minuman keras. Ibunya tetangga saya dan kerjanya jual jue keliling atau gorengan dagang keliling,” jelasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button