Berita UtamaMetropolis

Pengawasan THM Lemah

RadarBekasi.id – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bekasi, Nicodemus Godjang mencurigai banyak tempat hiburan malam yang tidak mengantongi perizinan diantaranya Surat Izin Penjualan Minuman Beralkohol (SIPMB).

Termasuk tempat hiburan malam di Mutiara Gading Timur, Mustikajaya Kota Bekasi, yang sempat mendapat penolakan warga. ”Itu kan wilayah pemukiman warga, ada regulasi yang mengatur dimana lokasi tertentu dilarang adanya tempat hiburan malam, salah satunya wilayah pemukiman. Kalau keberadaannya saja berbenturan dengan peraturan, tidak mungkin SIPMB dikeluarkan,” ujar Nico.

Dia mengatakan, Satpol PP harus menindaktegas sesuai dengan regulasi yang berlaku, apalagi warga setempat menolak keberadaan tempat tersebut.

”Ini kan sesuatu yang aneh, di pemukiman warga ada tempat hiburan malam yang beroperasi sampai dini hari, dan juga menjual miras. Tentunya ini dipertanyakan, jangan sampai keberadaan tempat hiburan hanya masuk ke kantong oknum,” ketusnya.

Menurut politisi PDIP ini, Kota Bekasi harus memiliki entitas yang jelas sebagai kota jasa dan perdagangan. Jika penjualan miras dilarang pada tempat-tempat tertentu, sebaiknya peraturan tersebut berlaku adil terhadap semua kelompok. Nico mengusulkan agar ditentukan lokalisasi tempat hiburan malam yang sesuai dengan peraturan.

”Kita juga harus punya solusi dan sikap yang jelas, jika memang perlu, sebaiknya ada satu tempat yang melokalisir tempat-tempat hiburan malam yang lokasinya jauh dari pemukiman. Tentu dengan begini, PAD akan bertambah dan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, Abi Huraira, mengaku akan membentuk tim pengawasan terhadap THM. Salah satunya di kawasan Mustikajaya yang sempat mendapat penolakan keras warga.

Abi beralasan belum bisa menutup THM yang dikeluhkan warga, karena izin operasional belum habis.

”Ada lima THM di Mustikajaya, dua sudah tidak beroperasi dan tiga masih beroperasi, sisa tiga ini kita menunggu izinnya habis baru bisa kita tutup,” katanya, Rabu (23/10).

Sejumlah THM yang ditutup terbanyak diklaim di Kalimalang, yang masuk wilayah Kota Bekasi. (pay)

Close