Berita UtamaHukumIndustriMetropolisPublik

Tolak Kenaikan UMK 8,5 Persen

RadarBekasi.id – Puluhan massa Konsulat Cabang Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Bekasi menyampaikan aspirasi mereka di Kantor Wali Kota Bekasi, Selasa (29/10).

Kedatangan mereka membawa tuntunan penolakan terdahap kenaikan upah 8,5 persen dan meminta agar UMSK segera ditetapkan.

”Kita meminta UMK segera ditetapkan per 1 November besarannya 15 persen dan kedua upah minimum sektoral (UMSK) segera ditetapkan karena kemarin molor,” ucap Ketua KC FPSMI Bekasi, Sukamto.

Pada aksi itu, massa buruh juga menolak kenaikan iuran BPJS hingga 100 persen yang dianggap sangat memberatkan para buruh.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menemui para buruh. Ia berjanji UMSK akan ditetapkan tidak lebih pada bulan Desember tahun ini.

“UMK itu sedang dalam proses dan sedangkan UMSK ada batasan waktunya sampai bulan Januari, jadi ditentukan UMKnya terlebih dahulu baru UMSK,” ucap Rahmat Effendi.

Pepen, sapaan akrabnya, mengatakan besaran UMK disepakati antara pengusaha, asosiasi, pemerintah kota dengan para asosiasi buruh. Sedangkan, UMSK ditetapkan oleh asosiasi buruh dengan asosiasi pengusaha.

”Nanti pemerintah di belakang dia yang bersepakat jika lebih rendah nanti diarahkan agar tidak terjadi lebih rendah,” tutupnya.(dyt/pjk)

Close