BekasiBerita UtamaCikarangInfrastruktur

Jalur Pedestrian Kurang Diminati

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan jalur pedestrian di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat dinilai kurang bermanfaat. Karena, kurang diminati masyarakat.

Padahal, jalur pedestrian yang baru dirampungkan akhir 2018 ini dibangun untuk mempercantik tata kota dan memberi kenyamanan warga.

Pantauan Radar Bekasi, tidak banyak warga yang menggunakan trotoar itu untuk berjalan. Adapun mereka yang berjalan, hanya pemilik warung yang berderet di sekitar Kalimalang.

Bahkan, bukan sekadar berjalan, trotoar yang sudah diperbaiki itu malah menjadi lokasi baru bagi pedagang kaki lima (PKL). Selain itu banyak juga barang yang diletakan di atas jalur pedestrian seperti rak jajanan, kursi dan meja untuk pengunjung warung makanan. Tidak ketinggalan tukang tambal ban yang memajang kompresor di atas trotoar berwarna itu.

”Ya sebenarnya salah, tapi ya kalau tidak ada yang jalan kaki, mubazir juga,” kata salah satu pedagang, Iwan Santoso (43), Selasa (5/11).

Ia mengaku memanfaatkan jalur pedestrian hanya untuk mencari rezeki demi keberlangsungan hidup. Menurut dia, lokasi Jalan Inspeksi Kali Malang, minim peminat trotoar, lantaran jalan tersebut bukan jalur pejalan kaki.

”Daerah sini memang jarang yang jalan kaki, kemungkinan karena jarang perumahan atau tidak ada pusat keramaian atau bahkan perbelanjaan di lokasi itu. Ada juga satu perguruan tinggi, namun jarang juga mahasiswa berlalu lalang,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, mengatakan, pembangunan trotoar itu merupakan bagian dari perbaikan saluran air.”Karena memang konsepnya memberi kenyamanan kepada warga. Dari komitmen Pemkab Bekasi, kami tidak hanya ingin pembangunan untuk jalan kendaraan bermotor saja namun juga pejalan kaki. Harapannya dapat memfasilitasi warga,” kata dia.

Sedangkan terkait trotoar yang digunakan pedagang untuk berjualan, Iman mengaku akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan. ”Karena kan tidak sesuai dengan peruntukannya, sehingga perlu ada koordinasi,” jelasnya.

Terkait pembanguann trotoar ini, sambung dia, Pemkab tetap berkomitmen pada pembangunan. Tahun ini, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp19,8 miliar untuk pembangunan jalan dan trotoar di lima titik di Kabupaten Bekasi.

”Ada sebanyak lima titik mulai dari batas kota hingga Tegalgede sekitar sembilan kilometer. Komitmen kami juga trotoar didesain ramah disabilitas. Sudah ada guiding block tactile yang berfungsi untuk memandu penyandang disabilitas tunanetra saat berjalan, dan pekerjaan tersebut sudah hampir rampung,” jelasnya.(and/adv)

Tinggalkan Balasan

Close