BekasiBerita UtamaPemkab

Dua Pejabat Satu Jabatan

Kabid Pengembangan ASN Jarang Ngantor

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dugaan proses mutasi dan rotasi yang terdapat kejanggalan mulai terkuak. Hal itu diketahui setelah Pemkab Bekasi sempat menempatkan dua pejabat untuk menjadi kepala seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Babelan.

Berdasrakan informasi yang dihimpun Radar Bekasi, pejabat lama yang menduduki posisi itu tidak dipindah. Padahal, Pemkab telah menempatkan pejabat baru untuk mengisi kursi tersebut saat mutasi dan rotasi kepada 230 Aparatur Sipil Negara (ASN) beberapa waktu lalu.

Setelah mengetahui hal tersebut, Pemkab Bekasi kembali melakukan mutasi beberapa waktu kemudian. Pejabat lama yang menduduki posisi itu mendapatkan tugas untuk menjadi kepala seksi di Kecamatan Setu. Namun, pelantikan tersebut terkesan tertutup.

Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bekasi, Edward Sutarman, menuturkan, hal itu disebabkan karena adanya kesalahan administrasi.  Sehingga, undangan tersebut tidak sampai kepada pejabat lama.

”Iya memang ada kesalahan sedikit, sebenarnya undangnnya sudah jadi. Namun terselip mungkin, jadi tidak keterima sama pejabat yang bersangkutan,” katanya, Rabu (6/11).

Saat ditanyakan penyebab kesalahan pada proses rotasi mutasi tersebut, Edo tidak dapat memberikan informasi lebih jelas. ”Ke Yudi (Kepala Bidang Pengembangan ASN pada BKPPD) saja ya, karena masalah mutasi dia (Yudi) bidangnya,” jelasnya.

Sebelum itu, pada Selasa dan Rabu (5-6 November) Radar Bekasi berusaha menghubungi Yudi dan mendatanginya ke kantor untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Namun, dia tidak dapat ditemui. Tidak diketahui pasti apakah yang bersangkutan ada di kantor atau tidak.

Edward atau yang akrab disapa Edo ini mengungkapkan, Yudi memang jarang berada di kantor. Bahkan dia jarang bertemu Yudi sejak sebelum mutasi.

”Susah ya, jangankan abang, saya saja susah menemukannya, jarang di kantor orangnya. Kemana tau ya, Nggak tau deh,” kata pria.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, masih belum ada konfirmasi dari Yudi Aldrian karena belum dapat ditemui.(and) 

Tinggalkan Balasan

Close