BEKACITIZENOpini

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Lingkungan Hidup (habis)

Oleh: Sholahudin Malik, M.Si

Radarbekasi.id – Suatu hal yang Esensial atau sangat penting dan utama dalam peringtan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, adalah hendaknya kita dapat meneladan atau mencontoh cara hidup beliau, berdasarkan apa yang diajarkan dan dicontohkan Nabi SAW. Karena, hanya dengan mencontoh kehidupan Rasulullah SAW itu, kita akan menjadi orang yang beruntung, sebagaimana firman Allah: “(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raa 7:157)

Pribadi Yang Mulia Nabi Muhammad SAW adalah seorang manusia yang sangat sempurna, yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Dia-lah Kekasih Allah. Nama Nabi Muhammad SAW selalu ”digandengkan” dengan Nama Allah. Nama Muhammad Saw sendiri sudah ada sejak Nabi Adam diciptakan. Allah sendiri memuji akhlak dan budi pekerti Nabi Muhammad SAW sebagaimana firman-Nya: ”Sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam: 4). Jangankan kita, para sahabat saja tak sanggup melukiskan keindahan akhlak Rasulullah SAW. Apabila mereka ditanya tentang bagaimana akhlak Rasulullah SAW, mereka hanya bisa menangis. Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi SAW. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu peristiwa yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.

Baca juga: Maulid Nabi Muhammad SAW dan Lingkungan Hidup (1)

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia, tidak hanya sekadar diisi ritual ibadah dan mengagungkan Nabi tapi juga dipenuhi banyak makanan dan minuman untuk semua jama’ah yang hadir. Selepas acara biasanya sampah menumpuk, terlebih sampah plastik yang apabila dibuang begitu saja akan menjadi persoalan sosial. Plastik adalah benda yang tidak mudah diurai secara alamiah. Sebagian ahli bahkan menyebutkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mengurai plastik adalah tidak kurang dari 450 tahun.

Sampah yang dikelola secara baik dan benar akan mendatangkan keuntungan bagi panitia, keuntungan terhindar dari bahaya sampah atau bahkan keuntungan finansial. Lain halnya jika sampah dibiarkan tanpa tata kelola yang baik, maka Ia akan mendatangkan mudharat. Mudharat sampah bisa bermacam-macam bentuk dan tingkatan. Bahkan pada kadar tertentu dapat berdampak pada rendahnya kualitas proses belajar-mengajar di majelis-majelis ilmu. Tumpukan sampah dapat memperburuk kualitas udara, bau yang mengganggu atau bahkan virus yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Penerapan sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan di sekitar kita yang murah dan mudah untuk dilakukan di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Selain itu, penerapan 3R ini juga dapat dilakukan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.

A. Reduce, Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak ”terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.

B. Reuse, Reuse sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.

C. Recycle, Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.

Maka, sudah saatnya penggunaan minuman botol kemasan saatnya di kurangi, diganti dengan gelas biasa seperti dulu atau gelas berbahan kertas yang dapat didaur ulang. Maka Insya Allah kita sudah memulai dari lingkungan kecil untuk menjaga lingkungan kita dengan baik. Jangan sampai niat baik seperti peringatan maulid tapi efek yang ditinggalkannya berdampak kerusakan bagi lingkungan, tentu Rosul pun tidak akan menyukai hal ini. Selamat memperingati maulid nabi Muhammad SAW. (*)

Pengurus Pesantran Yasfi

Tinggalkan Balasan

Close