BekasiBerita UtamaMetropolis

Ubah Sistem Parkir ’Jalanan’

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sistem pembayaran parkir secara berlangganan dinilai lebih efektif guna meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, dinilai lebih murah dibandingkan harus membayar langsung setiap sekali parkir.

Hal itu disampaikan Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno terkait sistem parkir yang harusnya diterapkan disejumlah daerah atau pusat kota.

Djoko mengatakan, ada salah urus dalam hal perparkiran. Parkir disebut sebagai salah satu bagian dari manajemen transportasi kota. Hal ini tidak hanya terjadi di Kota Bekasi, melainkan hampir di seluruh wilayah di Indonesia.

Dengan diberlakukannya sistem berlangganan kata dia, pemilik kendaraan membayar parkir sebagai tanda berlangganan secara berkala. Untuk memberikan tanda, bisa memanfaatkan stiker.

”Gini, sistem berlangganan itu juru parkir dibayar bulanan, sudah beres. Sederhana, warga bayar lebih murah kok, dibandingkan dia bayar setiap datang parkir, jauh lebih murah,” katanya membeberkan solusi perparkiran tepi jalan.

Pembayaran dilakukan secara berkala, misalkan satu tahun, ia mengaku sudah menghitung sistem ini dan diperoleh hasil biaya yang dibebankan kepada pemilik kendaraan lebih murah.

Cara perhitungannya bisa menggunakan asumsi, berapa banyak setiap kendaraan parkir dalam sepekan, sebulan, hingga setahun. Sistem ini dinilai oleh Djoko bisa meminimalisir kebocoran PAD.

Terkait dengan stiker, ia mengakui bahwa bisa saja dipalsukan, maka perlu pengawasan dan peraturan daerah yang mengatur denda bagi warga yang terbukti memalsukan parkir tersebut. Namun, terkait dengan Minimarket, ia menjabarkan bahwa di beberapa wilayah seperti Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur, gratis.

”Nggak (susah), berkaitan dengan pajak ini. Ada stiker nya, suruh masang stiker nanti, apa bisa dipalsu? Bisa. Sekarang petugasnya tiba-tiba melakukan survei saja mendadak, kalau ketauan dendanya sekian,” lanjut Djoko yang juga Dosen Teknik Sipil, Universitas Katolik Soegijapranata ini.

Melalui sistem ini, warga bebas parkir dimanapun, kapanpun, yang termasuk golongan parkir tepi jalan.

Diketahui, sistem parkir tepi jalan kerap dimanfaatkan segelintir orang sehingga tidak berdampak pada pendapatan daerah. Pola tersebut juga kerap dikeluhkan karena dinilai mengganggu dan tidak tertata. Retribusi parkir manual seperti di minimarket dinilai rentan penyelewengan.  (sur)

Tinggalkan Balasan

Close