Olahraga

FPTI Persoalkan Anggaran Pembinaan

FPTI
LATIHAN: Sejumlah atlet FPTI Kabupaten Bekasi ketika menjalani latihan di komplek Stadion Wibawamukti Kabupaten Bekasi belum lama ini. Hingga saat ini sejumlah atlet belum menerima dana pembinaan. DANI IBRAHIM/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Anggaran pembinaan atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bekasi yang tidak kunjung diterima atlet, menuai reaksi sejumlah pihak. Eks Sekertaris Umum FPTI, Komarudin menyatakan, sejak Mei 2019 proses pembinaan atlet dilakukan secara mandiri tanpa ada bantuan dari KONI daerah.

”Saya menerima keluhan ini langsung dari pengurus baru. Saya peduli pada pembinaan dan prestasi panjat tebing. Mendengar ini, saya sendiri kecewa,” ujarnya pada Radar Bekasi.

Meski begitu, dirinya tidak menampik bahwa proses organisasi di FPTI sempat berantakan. Pasca ia mundur di kepengurusan FPTI sebelum habis masa bakti juga berdampak pada pembinaan atlet.

Kata dia, pada proses pengambilan dana hibah, sangat ditentukan oleh SK yang dimiliki pengurus baru. ”Iya, memang yang menjadi kendala adalah SK. Kendalanya disitu. Tapi, melihat dari program sendiri, saya sendiri membantu FPTI dan sekarang sedang siap-siap penjaringan atlet dari usia dini, walau dana dari KONI sekarang untuk cabor kami tersendat, dengan alasan SK kepengurusan lambat,” tegasnya.

Di lain tempat, Pengurus FPTI Milla Lenasari menjelaskan, tahapan untuk bisa mencairkan dana hibah untuk cabor terus ditempuh. Beberapa tahapan yang diminta KONI seperti verifikasi atlet, mencakup pelatih dan kepengurusan sudah dilakukan.

”Kita sudah bolak-balik ke KONI. Lebih dari dua kali untuk mengurus ini, semoga di bulan ini ada gambaran,” imbuhnya.

Dia mengaku bahwa pengurus sempat kecewa dengan KONI. Pasalnya, beberapa pengurus baru menilai bahwa KONI tebang pilih pada cabang olahraga yang dinaunginya.

Namun, setelah dipertimbangkan dan berkomunikasi lintas cabor, kondisi yang dialami FPTI memang bermuara pada SK kepengurusan baru. Terlebih saat verifikasi, tidak menghadirkan langsung dari bidang pembinaan dan prestasi (Binpres) FPTI Kabupaten Bekasi.

”Kita kecewa, sempat memang, habisnya kita sudah mengurus semua administrasi. Bahkan, verifikasi sempat dilakukan dua kali. Mungkin karena, KONI memastikan lebih detail soal pembinaan kedepan,” tukasnya. (dan)

Tags
Close