BekasiBerita UtamaMetropolis

Bangkitkan Rasa Nasionalisme

Peringati Hari Pahlawan di CFD

Hari-Pahlawan
PERINGATI HARI PAHLAWAN: Sejumlah siswa-siswi berjalan sambil membentangkan spanduk memperingati Hari Pahlawan di momen hari bebas kendaraan bermotor (CFD) Jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan, Minggu (10/11). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Ribuan siswa siswi berseragam olahraga menggelorakan semangat hari pahlawan. Ribuan siswa tersebut memenuhi lokasi Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (10/11).

Nampak mereka membentangkan beberapa spanduk. Terlihat juga barisan guru dan komite sekolah dalam kegiatan tersebut. Lagu-lagu perjuangan kemerdekaan dinyanyikan sepanjang perjalanan mengelilingi area CFD.

Perjalanan diawali dari depan gedung Islamic Center, berjalan ke arah Summarecon, dan kembali berakhir di gedung Islamic Centre Kota Bekasi. Setidaknya tercatat 1.600 siswa dari tiga sekolah, ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

”Dan tujuannya adalah untuk meningkatkan rasa nasionalisme, dari pada siswa, dan sekaligus menggemakan untuk hari pahlawan ini, di car free day ini,” kata kepala sekolah SMA PB Sudirman, Kusnaedi, Minggu (10/11).

Hari pahlawan dimaknai oleh siswa dan guru SMA dan SMP PB Sudirman sebagai hari pengorbanan. Mereka diminta untuk rela berkorban demi bangsa dan negara.

Mereka sempat berhenti di bundaran Summarecon, selama berada disana beberapa spanduk dibentangkan. Satu menarik perhatian mata, spanduk bertuliskan sebuah judul film dakwah suami yang menangis.

Setelah diketahui, bahwa produser dari film yang menceritakan kisah perjalanan hidup Alm KH Muhammad Arifin Ilham tersebut adalah salah satu dari alumni SMA PB Sudirman.

Dalam kesempatan tersebut juga para guru mengatakan mendukung film dakwah tersebut lantaran diyakini mampu membentuk karakter siswa, dalam waktu dekat juga rencananya mereka akan mengadakan nonton bareng.

Ditemui dalam waktu yang singkat, Harry Pole mengatakan bahwa film dakwah tersebut dipersembahkan kepada seluruh umat muslim.

“Kami persembahkan film ini kepada jamaah muslimin dan muslimat,” katanya.

Penggarapan film ini diterangkan, didampingi secara langsung oleh Alm KH Arifin Ilham. Karena menceritakan kisah hidup, maka film ini dikoreksi langsung baik dari sisi cerita, adegan, hingga pemilihan pemain. (sur)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close