BekasiBerita Utama

Belum Bisa Registrasi

Pendaftaran CPNS 2019 Kota Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) resmi dibuka kemarin. Namun calon peserta seleksi tidak langsung bisa untuk mendaftar, Senin (11/11).

Sejak Senin (11/11) pagi hingga pukul 18:12 WIB masih dijumpai pemandangan yang sama di tampilan awal portal. Tertulis pendaftaran SSCN 2019 akan dibuka pada saat memilih menu daftar sekarang.

Salah satu calon peserta seleksi ASN asal Kota Bekasi, Like Widowati Wijaya (23) mengaku belum mencoba mendaftar, rencananya akan mendaftar pada malam hari.

”Iya per hari ini, kalau portal SSCASN mending buka malam biar servernya ga sibuk. kalau mau cek formasi langsung ke web instansinya,” katanya.

Ia berencana untuk mendaftar sebagai tenaga tehnis dari ratusan formasi yang ada di Kota Bekasi. Diketahui, Kota Bekasi membuka formasi untuk tenaga tehnis 10 orang.

Di hari yang sama, Badan Kepagawaian Nasional (BKN) mengeluarkan keterangan resmi kaitan dengan portal SSCASN tersebut. Dibenarkan bahwa portal SSCASN telah dibuka sejak Senin pagi.

Semua informasi mengenai seleksi CPNS tersebut bisa mengakses informasi mengenai formasi masing-masing instansi yang akan ter-update per jam. Masyarakat diminta untuk membaca dan memahami terlebih dahulu terkait dengan semua ketentuan pendaftaran yang berlaku.

”Sementara untuk pendaftaran daring baru dapat dilakukan mulai pukul 23:11 WIB,” kata PLT kepala biro hubungan masyarakat BKN, Paryono dalam keterangan persnya.

Pendaftaran daring ini dilaksanakan sampai 24 November mendatang, pengumuman hasil seleksi pada 16 Desember mendatang. Berikutnya, masa sanggah terhadap hasil seleksi administrasi pada 16 hingga 19 Desember mendatang. Pengumuman hasil masa sanggah diumumkan pada 26 Desember mendatang.

Masa sanggah ini ditujukan untuk menghindari ketidakpuasan dalam putusan hasil seleksi administrasi yang diterbitkan instansi. Paryono menegaskan bahwa tidak satupun peserta yang dapat lolos tanpa mengikuti seleksi tersebut.

Kepala Sub Bagian Kehumasan Bagian Humas dan Protokol pemerintah Kabupaten Bekasi, Ramdan Nurul Ikhsan menuturkan, Pemkab Bekasi mengajukan 462 formasi bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai CPNS. Pendafataran dibuka bagi masyarakat sesuai dengan formasi yang telah dipilih sesuai dengan disiplin ilmu serta kemampuan individual para pendaftar.

Ramdan menjelaskan, pendaftaran terbuka untuk umum. Yakni bagi lulusan SMA, SLTA, SMK, D3, S1, S2 tahun 2019. Adapun untuk lowongan formasi yang dibuka, diantaranya, CPNS Guru SD, SMP, SMA di Kabupaten Bekasi, CPNS Dokter, Perawat, Bidan, Tenaga Kesehatan. ”Jadi untuk pembukaan formasi masih diperbanyak pada formasi tenaga pendidikan dan tenaga medis,” jelasnya.

Ramdan menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin mendaftar bisa membuka sscn.bkn.go.id. nantinya bagi calon pendaftar dapat mengikuti alur dan mekanisme pendaftaran CPNS Kabupaten Bekasi secara online.

Pihaknya, sambung Ramdan nantinya akan melakukan verifikasi data sesuai dengan persyaratan yang sudah tertera melalui situs. Setelah itu Pemkab Bekasi akan melakukan verifikasi faktual untuk menentukan CPNS lulus secara administrasi.

Selain itu, Pemkab Bekasi juga memberikan peluang untuk masyarakat difabel. ”Kami juga membuka formasi khusus untuk disabilitas. Hal itu merupakan amanat dari Peraturan Kementerian Pan RB nomor 23 tahun 2019. Dimana ada kewajiban untuk mengangkat kaum disibilitas sebanyak 2% dari formasi yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Ada tiga jalur yang bisa diikuti. Yakni, calon pegawai negeri sipil (CPNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan kedinasan. Namun, pendaftaran itu tidak serentak di semua instansi. ”Ada sebagian kecil saja yang belum diumumkan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana kemarin.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) termasuk instansi yang belum membuka pendaftaran hari ini. Menurut Bima, Kemendikbud belum menyelesaikan proses merger dengan pendidikan tinggi. Adapun Kemenkeu meminta untuk diumumkan 13 November mendatang. ”Karena akan dipresentasikan ke pimpinan dahulu,” ucap pria 58 tahun itu.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud Ismunandar membenarkan masih belum tuntasnya merger organisasi Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) dengan Kemendikbud. Karena itu, belum diketahui formasi apa dan berapa yang dibutuhkan. ”Meski begitu, info dari kepegawaian sudah dikoordinasikan dengan Dikbud, minggu depan diumumkan,” kata Ismunandar.

Hingga pukul 20.45 tadi malam, ada 120 instansi yang sudah mengisi formasi rekrutmen ASN. ”Diharapkan bisa selesai validasi malam ini dan diumumkan besok (hari ini, Red). Yang belum selesai karena revisi formasi, pengumumannya akan menyusul,” jelas Bima.

Mengenai kesiapan server, alumnus teknik mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu memastikan sudah siap dengan dukungan sistem Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Berdasar pengalaman tahun lalu, sebanyak 4,5 juta pendaftar mengakses web sistem seleksi calon ASN (SSCASN) di hari pertama pendaftaran.

Bima memperkirakan, mayoritas pendaftar akan melihat-lihat lowongan dan menghitung potensi kompetisinya. Bagaimana mengantisipasi pendaftaran di hari-hari terakhir? ”Antisipasinya di angka itu (4,5 juta orang). Biasanya pendaftar window shopping dulu. Mereka sudah banyak belajar dari pengalaman tahun lalu,” ujarnya.

Pemerintah tetap membuka layanan komplain bila dalam seleksi nanti masih ada yang protes jika tidak lolos tes administrasi. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja menuturkan, pemerintah memberikan kesempatan kepada peserta tes CPNS untuk memprotes, bertanya, maupun menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil seleksi administrasi.

(sur/and/jpc)

Close