CikarangPeristiwa

Diduga karena Cinta, Seorang Pelajar Nekat Gandir

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seorang pelajar bernama Lia Auliah (16), nekat gantung diri (gandir) di rumahnya, Kampung Lemahabang RT 02/05, Desa Karangmukti, Kecamatan Karangbahagia, karena persoalan cinta.

Menurut Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Sujono, kejadian berawal saat korban (Lia,Red) disuruh ibu korban (Karlina) mencuci pakaian. Namun korban menolak dan langsung masuk ke dalam kamar. Sehingga ibunya mencuci pakaian sendiri.

Kemudian, ibunya memanggil korban dan meminta untuk mengayunkan keponakannya yang sedang tidur. Karena tidak ada jawaban, kemudian ibu korban langsung mengecek ke dalam kamar. Dan saat itu, pintu kamar korban terkunci, sehingga ibunya berusaha mendobrak pintu tersebut.

Saat pintu berhasil dibuka, ibu korban langsung berteriak melihat kondisi anak nya tergantung dengan posisi leher terikat di tiang. Kemudian ibunya langsung menghampiri korban, dan memeluknya sambil teriak meminta tolong.

Warga yang mendengar teriakan tersebut mendatangi rumah korban, dan mencoba memberikan pertolongan dengan cara menurunkan dari tiang dan membuka ikatan tali di leher korban. Nahas, nyawa korban tidak tertolong lagi.

”Dari keterangan yang kami peroleh, korban ini biasanya mau kalau disuruh ibunya, tapi untuk sekarang korban menolak dan langsung masuk kamar dan mengunci pintu. Dugaan saya karena faktor percintaan,” kata Sujono saat dihubungi Radar Bekasi, Senin (11/11).

Dia menjelaskan, dari kondisi korban, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasaan dan yang lainnya. Bahkan, menurut orang tua korban, tidak ada masalah apa pun selama ini, sehingga muncul dugaan faktor percintaan.

”Kami tidak temukan tanda-tanda kekerasaan. Termasuk masalah dengan orang tuanya juga enggak ada. Tapi orang tua korban menolak saat kami mau lakukan visum. Sebab korban masih sekolah,” tuturnya. (pra)

Close