Metropolis

Golkar Mengaku Kurang Fight

Ketua Panlih Wabup Mantan Ketua Timses Lawan Pilkada

Radarbekasi.id – Penunjukan Mustakim sebagai ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Bupati Bekasi cukup mengejutkan. Pasalnya, politikus Partai Demokrat itu merupakan ketua tim sukses Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Saduddin-Ahmad Dhani yang menjadi lawan Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja pada Pilkada 2017.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Novi Yasin mengaku pihaknya kurang bertarung pada proses penentuan ketua Panlih. Sehingga, mereka kalah dan pimpinan ketua Panlih bukan dari partai pengusung Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja. Kendati demikian, pihaknya menghormati hal tersebut.

”Ini sudah jadi keputusan. Kalau pun saya ada komplain, tentu ke dalam internal koalisi kami dulu. Sangat disayangkan kurang fight kemarin itu, dan hasilnya di-voting untuk ketua panlih,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, Senin (11/11).

Panitia Pendaftaran Calon Wakil Bupati Bekasi, Ahmad Budiarta, menambahkan, saat ini partai koalisi sudah kurang kompak. Sehingga ketua panlih bulan dari bagian koalisi. Padahal yang punya kepentingan untuk menentukan wakil bupati merupakan partai koalisi.

”Pemilihan ketua panlih sarat kepentingan, dan Partai Golkar ketinggalan momen. Bahkan kalah voting, dan cenderung seperti terima nasib,” ucap pria yang juga Demisioner Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi ini.

Terpisah, Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bekasi, Roy Kamarulah, menuturkan, pihaknya menerima hasil pemilihan tersebut. Menurutnya, jabatan Mustakim sebagai ketua tim sukses pada pilkada tidak berpengaruh pada penentuan wakil bupati selama proses pengangkatannya sesuai mekanisme.

”Kalau saya gini, siapa pun ketua panlihnya kalau dia itu unsurnya dari anggota dewan, sesuai dengan undang-undang enggak ada masalah. Lagian juga apa yang mau diributin. PAN sendiri aja mengusul dua nama kader Golkar, Ahmad Marzuki dan Nurcholifah Yasin,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Mustakim memastikan bahwa jabatannya yang sempat menjadi ketua tim sukses tidak berpengaruh pada kondisi saat ini. Dia mengatakan, penentuan dirinya sebagai ketua panlih dilakukan karena dia merupakan anggota DPRD dan telah melalui mekanisme bersama dengan anggota DPRD lainnya.

”Ini dewan yang memerintahkan, kalau sudah jadi anggota dewan bukan lagi jadi perorangan, ataupun timses siapa-siapa lagi,” ujarnya saat dihubungi melalui telpon.

Menurutnya, politik selalu dinamis dan apapun bisa saja terjadi. Seperti halnya konstalasi politik nasional. ”Saya pikir sama saja ah, apa lagi itu sudah lama. Sekarang saja Prabowo ikut Jokowi, tidak ada masalah,” tutur pria yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bekasi ini.

Kedepannya, dia akan melihat tata tertib pasal 30 sampai 51 yang mengatur tata cara pemilihan wakil bupati Bekasi. ”Saya akan baca tatib, apa saja tahapan yang harus dilakukan, baik itu tahapan rapat panlih, penjadwalan, melihat tatib bagaimana tahapan-tahapannya, maupun urutannya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai wabup yang diinginkan dirinya seperti apa, Mustakim enggan memberikan jawaban. Dirinya beranggapan, hal itu merupakan kewenangan partai koalisi.

”Saya enggak punya sosok, saya kan di panlih itu hanya menerima pendaftaran dari partai koalisi. Kita lihat siapa yang di daftarkan. Peribahasanya, kita membuat lapangan bola, yang bertanding mereka yang diusulkan oleh partai koalisi,” jelasnya. (pra)

Tags
Close