BekasiCikarangHukum

Kepala Disperkimtan Diperiksa Kejati

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kehadiran sejumlah Program Strategis Nasional (PSN), salah satunya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, berdampak terhadap tergerusnya lahan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Bahkan tergerusnya lahan Fasos-Fasum ini, diduga kuat adanya permain beberapa oknum, sehingga Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) harus melakukan klarifikasi kepada unsur pejabat di Pemkab Bekasi.

Salah satunya adalah, Sekretaris Daerah (Sekda), Uju. Sebab, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Iwan Ridwan sudah diperiksa terkait lahan Fasos-Fasum yang tergesur PSN tersebut.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Iwan Ridwan, mengakui telah dimintai keterangan terkait penggunaan lahan Fasos-Fasum yang dijadikan untuk PSN. Ia berkilah, tidak mengetahui kaitan adanya pembebasan lahan Fasos-Fasum oleh perusahaan Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC) itu.

”Saya memang sempat diperiksa oleh Kejati Jabar. Akan tetapi, saya tidak mengetahui terkait lokasi Fasos-Fasum yang dimiliki Delta Mas, sebab sejak pertama menjabat, saya tidak mengetahui. Dan ketika rapat, tidak ada pembahasan mengenai Fasos-Fasum, sehingga saya jawab kepada Kejati Jabar tidak mengetahui,” ucapnya, Senin (11/11).

Pada prinsipnya, Iwan mendukung terkait adanya upaya untuk penyelamatan aset milik daerah berupa Fasos-Fasum. Karena secara teknis, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ia pimpin, mengelola lahan Fasos-Fasum. Namun terkait Fasos milik Delta Mas, pihaknya belum menerima Berita Serah Terima Aset (BSTA).

”Sepengetahuan saya memang site plan awal ada lahan Fasos-Fasum yang terkena pembebasan proyek KCIC. Namun untuk pastinya saya tidak mengetahui nya secara jelas, karena Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang lebih tahu,” terang Iwan.

Sementara itu, Kepala Seksi Tata Ruang Dinas PUPR, Dicky Cahyadi tidak banyak berkomentar. Namun ia mengakui terkait adanya pemeriksaan soal lahan Fasos-Fasum di Kejati Jabar.

”Ya memang ada pemeriksaan pejabat Pemkab Bekasi terkait adanya pembebasan lahan Fasos-Fasum untuk pembangunan KCIC. Dan untuk teknisnya, saya tidak tahu, takut salah bicara,” tukasnya.

Lanjut Dicky, terkait lahan Fasos-Fasum milik Delta Mas ada pengajuan pemidahan lahan yang sudah ditetapkan. Akan tetapi dirinya tidak berani memproses, karena masih dalam tahap proses hukum.

”Jadi masalah Fasos-Fasum yang terkena pembebasan lahan untuk proyek KCIC itu, pihak Delta Mas sudah mengajukan perubahan site plan lahan pengganti. Tapi kami tidak berani memprosesnya, karena sedang ada pengawasan hukum,” beber Dicky.

Sedangkan Kepala Seksi Sosial Budaya Kejati Jabar, Evan Satrya saat dihubungi membenarkan adanya klarifikasi terkait lahan Fasos-Fasum di Kabupaten Bekasi. Meski demikian, Evan tidak menjabarkan secara rinci. ”Iya sifatnya masih klarifikasi. Nanti dikabari ya, kalau sudah jelas kedudukan masalahnya,” jawabnya singkat. (and)

Close