Politik

Pengamat: Rajin Ngantor bukan Tolok Ukur Kinerja

Radarbekasi.id – Kehadiran anggota legislatif ke kantor dinilai tak bisa menjadi tolok ukur kinerja. Karena, anggota legislatif memiliki tiga fungsi utama yang harus dijalankan yakni pengawasan, penganggaran dan legislasi.

Pengamat Politik Bekasi, Adi Susila, mengatakan, anggota legislatif harus bekerja seimbang di dalam dan luar kantor. Karena, kata Adi, mereka harus dapat menyerap aspirasi masyarakat serta mengikuti masa sidang.

”Kalau absen menurut saya nggak (jadi tolok ukur kinerja), sekarang kan sudah zaman maju seperti ini ya. Mestinya ukurannya kinerja melalui tiga indikator. Di pengawasan, di-budgeting sama di legislasi,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara di Fisip Unisma Bekasi ini kepada Radar Bekasi, Senin (11/11).

Dia menyampaikan, anggota legislatif harus dapat menunjukkan kinerjanya dalam menjelaskan tiga fungsi tersebut. ”Kalau soal dia di kantor atau di lapangan menurut saya itu teknis. Tapi yang penting tiga hal tadi kelihatan,” katanya.

Walaupun kehadiran bukan tolok ukur kinerja, Adi menilai bahwa anggota legislatif tetap harus hadir dalam rapat paripurna, rapat pansus dan juga rapat dengar pendapat. Supaya, aspirasi yang diterima dari masyarakat dapat diperjuangkan.

Anggota legislatif juga disarankan mulai berinovasi dalam menyerap aspirasi masyarakat. Cara yang bisa dilakukan yakni dengan memberdayakan konstituennya saat mencalonkan diri serta mengoptimalkan media sosial (medsos).

”Artinya hubungannya tidak hanya pada saat pemilu tapi dia punya konstituen yang punya dia, mereka kan tinggal dilegalkan. Misalkan punya komunitas, punya organisasi di-link-an dengan dia, sehingga setiap saat dia bisa meng-update terus perkembangan dia di dewan seperti apa,” jelasnya.(neo)

Tags
Close