Olahraga

Honda DBL Camp 2019 Dimulai

DBL
JALANI TES: Seluruh kegiatan Honda DBL Camp 2019 berlangsung di DBL Academy Pakuwon. Satu-satunya akademi basket di Indonesia yang berstandar Internasional. FOTO/DBL INDONESIA

Radarbekasi.id – Rangkaian penyelenggaraan liga basket terbesar se-Indonesia, Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 sudah mencapai tahap akhir.

Selama lima hari kedepan, mulai dari 12 hingga 16 November 2019, student athlete dan pelatih terpilih akan mengikuti Honda DBL Camp 2019 di Surabaya. Sejauh ini, total ada 232 student athlete dan 51 pelatih.

Mereka akan mendapatkan program latihan spesial dari World Basketball Academy (WBA) Australia, yang kemudian akan diseleksi untuk masuk ke dalam tim elit Honda DBL All-Star 2019. Tim ini selanjutnya akan mendapatkan kesempatan untuk belajar basket lebih jauh di Amerika Serikat.

Hari pertama Honda DBL Camp kemarin, sejumlah tes sebelum memulai serangkaian seleksi menuju Honda DBL Indonesia All-Star 2019 dilakukan.

Pada fase pertama campers akan mengikuti measurement test. Ada beberapa step yang mereka lalui di tahap ini. Diantaranya adalah vertical jump, lebar jari tangan, lebar jangkauan tangan, tinggi serta berat badan.

”Measurement test ini bertujuan untuk mengetahui profil dari para campers. Jadi dengan ini kami bisa mengetahui progres para campers yang tahun lalu sudah mengikuti camp dan juga untuk data para campers yang baru bergabung,” jelas Ibnu Zakaria, PIC Honda DBL Camp 2019.

Di tahap selanjutnya, campers akan melakukan medical check-up yang dilakukan oleh tenaga medis ahli dari National Hospital. Dalam fase ini, ada beberapa poin yang akan di periksa oleh tim dokter.

Mulai dari vital sign yang meliputi tekanaan darah, frekuensi nafas, denyut nadi per menit, hingga pemeriksaan mendalam seperti keluhan-keluhan yang pernah atau sedang mereka rasakan saat bermain basket.

Tes linnya yakni, skill stations. Salah satu tes baru yang ada di Honda DBL Camp 2019. Dalam tes ini, kemampuan fundamental para campers akan diuji melalui enam obstacles yang mengkur kemampuan dribbling, shooting, hingga passing. Nah, keenam obstacles ini wajib diselesaikan para campers dalam waktu 30 detik.

Terakhir adalah beep test. Salah satu metode tes untuk mengukur kebugaran tubuh seseorang. Caranya, para campers akan ditantang untuk berlari terus menerus dalam jarak 20 meter selama suara ’beep’ berbunyi. Pemain akan dikatakan berhenti saat campers tak mampu menyelesaikan lari sebelum bunyi ’beep’ dari alat bersuara.

Di musim lalu rekor beep test putra dan putri berhasil terpecahkan. Mereka adalah Felisia, siswi dari SMA Santu Petrus Pontianak dan Faldo Payon dari SMAN 1 Kupang. (one/tim)

Tags
Close