Pendidikan

Tim KPK RI Kunjungi SMPN 25

Monitoring dan Evaluasi Implementasi Pendidikan Anti Korupsi

SMPN 25
FOTO BERSAMA: Kepala SMPN 25 Kota Bekasi Soleh, foto bersama dengan siswanya di depan hasil karya lukis yang mengandung nilai-nilai anti korupsi.Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) melakukan kunjungan ke SMPN 25 Kota Bekasi. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang dikunjungi oleh lembaga antirasuah tersebut.

Kunjungan dilakukan oleh Kepala Satuan Tugas Pendidikan Dasar Menengah dan Pemerintah Daerah KPK RI Guntur Kusmeiyano, Senin (12/11). Ia didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah.

Guntur menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut kesepakatan bersama terkait dengan implementasi pendidikan anti korupsi saat peringatan hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember 2018 lalu.

“Hari ini (kemarin, red) tim KPK mencoba memonitoring dan mengevaluasi implementasi pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah yang telah melaksanakan pendidikan anti korupsi,” ujar Guntur dalam kesempatan tersebut.

Dalam hal ini, KPK RI telah memberikan sembilan nilai anti korupsi yang didalamnya mengandung unsur jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil. Nilai yang terkandung itu sama dengan nilai-nilai leluhur pancasila dalam membangun karakter bangsa yang saat ini tercantum dalam peraturan presiden terkait dengan penguatan pendidikan karakter.

“Hal ini kita tuangkan dalam monitoring salah satunya terkait dengan ekosistem pendidikan di sekolah itu sendiri dan kita sudah bisa lihat khsusunya di SMPN 25 kota Bekasi ternyata sudah banyak melaksanakan kegiatan dan insersi implementasi pendidikan anti korupsi,” tuturnya.

Dalam monitoring implementasi pendidikan anti korupsi, tim KPK memantau media pembelajaran yang digunakan SMPN 25 Kota Bekasi dalam menyampaikan materi kepada siswanya.

“Kita akan melihat bagaimana guru, khususnya guru PPKN apakah sudah membuat rancangan pembelajaran sesuai dengan pendidikan anti korupsi. Karena mata pelajaran PPKN adalah salah satu pengampuh pendidikan anti korupsi yang masuk dalam rumpun mata pelajaran anti korupsi,” ungkapnya.

Kepala SMPN 25 Kota Bekasi Soleh mengungkapkan, pendidikan anti korupsi sudah diterapkan dalam mata pelajaran PPKN. Nilai anti korupsi juga diterapkan pada kegiatan kretif seperti melukis dan membuat suatu karya yang memiliki nilai-nilai positif untuk siswa.

“Kita sudah terapkan di sistem pembelajaran kemudian kita juga mengadakan kegiatan kreatif seperti melukis dengan tema anti korupsi, disitu siswa bebas untuk membuat suatu kata-kata dalam bentuk lukisan dan hasilnya nanti akan dipajang di area sekolah. Kita inginkan pendidikan anti korupsi ini bisa diikuti siswa dengan rasa senang serta gembira agar siswa tidak merasa terbebani dengan materi pembelajaran ini,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan, pendidikan anti korupsi belum diterapkan secara menyeluruh di wilayahnya. Menurutnya, baru ada sekitar 60 persen sekolah yang menerapkan pendidikan anti korupsi.

“SMPN 25 Kota Bekasi menjadi salah satu sampel bahwa pendidikan di Kota Bekasi sudah menerapkan pendidikan anti korupsi di sekolahnya,” ujarnya.

Sejumlah guru juga telah mengikuti bimbingan teknis pada 2017 lalu. Ia berharap, adanya monitoring ini nilai-nilai yang mengajarkan pendidikan anti korupsi bisa dijalankan secara menyeluruh oleh sekolah negeri maupun swasta di Kota Bekasi.

”Ini penting dilakukan karna banyak nilai-nilai positif yang terkandung dalam pendidikan anti korupsi yang bisa diterapkan sejak dini oleh seluruh generasi penerus bangsa,” tukasnya. (dew)

Tags
Close