BekasiBerita UtamaHukumPeristiwa

Ahli Bom Warga Cikarang

Ditangkap di Depok, Terlibat Kelompok JAD

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Wini Joko Santoso alias Patria alias Dwi (44) di SDIT Izzati kawasan Beji, Kota Depok. Penangkapan ini dilakukan sehari sebelum aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan, kemarin.

Wini Joko Santoso alias Patria alias Dwi merupakan warga RT 003/007, Desa Mekarmukti, Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Hal ini berdasarkan katu identitas yang ditunjukan ketua RT 003/007 Kepada Radar Bekasi, kemarin.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan penangkapan dilakukan sekitar pukul 06.00, ”Kami kemarin baru menangkap terduga teroris bernama Wiji alias Patria alias Dwi,” katanya, kemarin.

Dari pemeriksaan sementara, terduga teroris ini pernah terlibat dalam pelatihan di Moro tahun 1999 angkatan pertama sampai 2001/2002. Dia juga memiliki keahlian militer membuat bom dan perakit senjata.

”Dugaan sementara yang bersangkutan terlibat JAD. Tahun 2012 ikut perang di Suriah bersama Azhari dan menjalin hubungan dengan Free Syrian Army. Yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan Densus 88,” kata Dedi.

Dia menambahkan, Wiji juga melakukan perjalanan ke beberapa negara pada periode tahun 2012-2013 antara lain Thailand, Vietnam, Qatar, Singapura, Filipina, Uni Emirat Arab, Sri Lanka, Hongkong.

Ketua RT 003/007, Desa Mekarmukti, Eko Hariyono, Dwi sebelumnya tinggal di lingkungannya bersama saudaranya. Namun setelah pelaku menikah pada enam tahun yang lalu, pelaku pindah ke Depok bersama istri dan anaknya.

Dia mengaku tidak mengetahui pekerjaan pasti, karena sering bepergian dalam waktu lama. Terakhir terduga teroris pulang kerumah saudaranya dengan membawa istri dan anak. Dwi juga dikenal pendiam, tidak bergaul selama tinggal dirumah saudaranya.

”Tinggal disini sama saudaranya, selama tinggal disini enggak pernah ngobrol. Saya enggak tahu pekerjaannya apa,” ujarnya saat dimintai keterangan di kediamannya, Rabu (13/11).

Dia mengaku mengetahui penangkapan warganya setelah ramai di media. Dua bulan lalu, lanjutnya, ada dua orang anggota kepolisian yang datang kerumah mencari Wini alias Patria alias Dwi. Saat itu, pihak kepolisian memperlihatkan fotonya, dan meminta dirinya bisa memberikan informasi apabila melihat terduga teroris tersebut ada disini.

”Saya enggak tahu mengenai penangkapan, karena bukan disini. Tapi sekitar dua yang bulan lalu Intel Polda datang kesini ke rumah saya meminta keterangan terkait pelaku, dengan cara menunjukan foto, dan identitas seperti fotokopi KTP,” ungkapnya.

Tentunya, penangkapan pelaku sangat mengejutkan, karena mengingat saudaranya (pakde) terduga teroris masih tinggal disini. ”Pakdenya sampai saat ini masih tinggal disini. Penangkapan ini sangat mengejutkan,” ucapnya.

Sayangnya, kerabat pelaku tidak bisa dimintai keterangan mengenai penangkapan saudaranya ini. Pantauan Radar Bekasi di lokasi, kediaman saudara pelaku terlihat sepi, walaupun terpantau ada orang di dalam rumah tersebut.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, AKP Sunardi menuturkan, pelaku memang pernah tinggal di Cikarang. Namun, penangkapannya dilakukan di Depok, bukan di wilayah hukum Polres Metro Bekasi. Sehingga dia tidak bisa jelaskan dengan detail.

”Penangkapan di Depok. Pelaku memang enam tahun yang lalu tinggal disini, tapi informasi sudah pindah setelah menikah,” jelasnya saat diminta keterangan perihal itu.(pra/det)

Related Articles

Back to top button