Berita UtamaPendidikan

Lima Proses Revitalisasi SMK

Radarbekasi.id – Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) M. Bakrun mengatakan, revitalisasi SMK telah memasuki tahun ketiga, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016.

”Saat kita berbicara revitalisasi, terdapat lima hal yang perlu dilakukan saat proses revitalisasi,” ujar M. Bakrun dalam kegiatan ”Epitech XIII Jawa Barat Tahun 2019”, di Kabupaten Kuningan, dikutip laman resmi Disdik Jabar, Rabu (13/11).

Lima hal tersebut, yakni pertama revitalisasi kurikulum. Menurutnya, demi meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia, perlu diawali dengan revitalisasi kurikulum. Kurikulum akan diselaraskan sesuai kebutuhan dunia usaha dunia industri (DUDI).

Kedua, lanjut Bakrun, revitalisasi kerja sama dengan DUDI. Sebelumnya, kerja sama SMK dengan DUDI belum terlalu kuat. Maka, perlu ada revitalisasi untuk memperkuat kerja sama tersebut. ”Dimulai dengan melakukan identifikasi, praktik industri hingga bagaimana menempatkan lulusan SMK. Salah satu aktivitas di dalamnya, yakni dengan membuka job fair (bursa kerja),” tuturnya.

Ketiga, tambah Bakrun, revitalisasi sarana dan prasarana yang perlu disesuaikan dengan keadaan di dunia usaha dunia industri. ”Walaupun tidak dapat sepenuhnya mengikuti perkembangan sarana dan prasarana di dunia usaha dunia industri yang begitu cepat, namun tetap perlu ada upaya pengembangan sarana dan prasarana di sekolah,” ungkapnya.

Keempat, revitalisasi proses sertifikasi. Menurut Bakrun, sertifikat kompetensi bermanfaat bagi lulusan SMK. Maka, bersama lembaga sertifikasi dan DUDI, perlu dilakukan revitalisasi proses sertifikasi. Sehingga, sertifikat yang dimiliki lulusan SMK diakui oleh DUDI.

Kelima, ungkap Bakrun, revitalisasi guru dan tenaga kependidikan menjadi dasar utama revitalisasi kurikulum. Karena perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga para guru dan tenaga kependidikan perlu menyesuaikannya. ”Selain itu, karena guru kejuruan relatif kurang maka perlu diadakan proses revitalisasi bagi guru dan tenaga kependidikan,” ujarnya.

Dengan lima proses revitalisasi tersebut, terkait SDM, Bakrun berharap, ke depan dapat tercipta lapangan pekerjaan, ketersediaan SDM yang unggul, dan ketersediaan ketenagakerjaan. (oke/tim)

Tags
Close