Pendidikan

Pentingnya Edukasi Seks ABK

Edukasi
ILUSTRASI: Pentingnya Edukasi Seks ABK untuk cegah pelecehan.

Radarbekasi.id – Pelecehan seksual, khususnya yang melibatkan individu anak berkebutuhan khusus (ABK) kerap masih terjadi di masyarakat. Bahkan tak jarang korban atau pelakunya adalah mereka yang masih berada pada circle lingkungan sama.

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 yang menyebutkan bahwa jumlah ABK di Indonesia mencapai 1,6 juta anak, hanya 18 persen di antaranya yang menerima pendidikan inklusi. Baik dari sekolah luar biasa (SLB) atau sekolah biasa pelaksana pendidikan inklusi. ”Oleh karena itu peran orang tua sebagai tempat berlindung harus mulai dibangun sejak dini. Apalagi terkait edukasi seks. Dalam artian hal tersebut bakal lebih diselami saat individu special needs telah paham apa saja bagian-bagian tubuh beserta fungsinya,” jelasnya praktisi anak berkebutuhan khusus (ABK) Riska Timothy, seperti diberitakan JawaPos.com (Group Radar Bekasi).

Sehingga, meski tidak mendapatkan pendidikan di sekolah, namun mereka masih dapat mempelajarinya dari orang tua. Lebih lanjut Riska mengatakan, untuk mencegah individu special needs mengalami pelecehan seksual, baik sebagai pelaku atau korban, orang tua harus konsisten mengedukasi anak secara terus menerus.

Bisa dalam bentuk visual maupun memanfaatkan kelebihan kinestetik yang mereka punya. Pasalnya, dari berbagai jenis special needs, masing-masing memiliki cara sendiri. Misalnya saja, anak dengan cerebral palsy dan autisme, yang dalam kasus ini sudah dilecehkan tentu akan berbeda penanggulangannya. Meski sama-sama takut, anak cerebral palsy lebih bisa menceritakan kejadiannya.

”Kalau autisme, kita harus memancingnya terlebih dahulu dengan hal-hal di luar kejadian. Kita tahu, individu special needs sangat rentan terkena pelecehan seksual karena mereka dianggap sulit untuk melakukan perlawanan dan berkomunikasi,” ungkap Riska yang juga salah satu terapis di rumah terapi ABK ini.

Selain mengedukasi dengan beragam visual terkait hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh disentuh, Riska juga memiliki teknik pencegahan bagi orang dewasa untuk menghindarkan individu special needs dari pelecehan seksual. Diantaranya tidak boleh menyentuh tubuh seorang anak yang tertutup pakaian dalam, memangku anak atau memeluk anak dari depan, berada dalam satu ruangan kecuali ada CCTV, mengambil foto yang menjurus ke hal-hal seksual dan mengunggah ke media sosial. (jpc)

Tags
Close