BekasiBerita UtamaOlahraga

Benahi Lini Pertahanan

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Persikasi Bekasi melakukan sejumlah pembenahan jelang menghadapi guliran Liga 3 regional Jawa, 2019.

Lini pertahanan Persikasi menjadi catatan usai mereka meraih runner up Liga 3 Seri I Jawa Barat ketika kalah atas PSKC Cimahi 3-1 pada partai final di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, Minggu (10/11) lalu.

Pelatih Persikasi Rici Vauzi menyatakan, evaluasi lini pertahanan Persikasi wajar dilakukan. Hal itu hasil evaluasi dibeberapa pertandingan Seri I.

”Untuk zona Jawa kita akan benahi defense dan transisi kita di sisa waktu yang ada ini. Disamping itu juga kita coba perbaiki kebugaran anak-anak. Artinya dari komponen fisik juga perlu diperbaiki lagi,” ujarnya ketika dikonfirmasi Radar Bekasi, Jumat (15/11).

Menatap pertandingan fase regional Jawa-Bali masih memungkinkan untuk bisa mewujudkan target terdekat yakni lolos ke putaran Nasional. Meski, pada putaran nanti Persikasi akan menjalani laga tandang.

”Upaya evaluasi yang dilakukan untuk meningkatkan antisipasi dan peran setiap pemain utntuk mencegah terjadinya gol. Pertandingan di laga final minggu kemarin, nemang menjadi bahan evaluasi kami,” jelas Rici.

Menurutnya, di regional Jawa semua kemungkinan bisa terjadi. Karena, setiap tim yang berada di regional Jawa akan berupaya habis-habisan untuk bisa meraih tiket nasional.

Rici, memang mengantisipasi segala kemungkinan. Menurutnya, proses pembenahan di lini pertahanan cukup realistis. Meskipun, dirinya belum bisa menelaah lebih jauh terkait strategi seperti apa yang nanti akan diterapkan. Karena dalam hal ini, kata dia, perlu melihat kekuatan lawan terlebih dahulu.

”Saya gak bisa memprediksi siapa yang nanti jadi lawan,” imbuhnya.

Meski begitu, Rici sedikit membuka alasan lebih jauh mengenai evaluasi pasca-final. Dimana kata dia, kemungkinan tim asal Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) yang akan menjadi lawan mereka memiliki pola bertanding yang tidak jauh berbeda dengan PSKC Cimahi.

”Tim yang menjadi lawan kita di final regional Jawa Barat (Jabar) memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dengan tim-tim regional Jawa,” bebernya.

Dalam analisisnya, tim asal Jateng dan Jatim lebih mengandalkan permainan cepat dengan direct play ke depan seperti PSKC. Tim yang berada di Regional Jawa, sedikit berbeda dengan tim-tim Jabar yang lebih banyak main konstruktif build up dari belakang.

”Itu yang saya cermati, kita sudah memetakannya. Tinggal menunggu lawan kita saja nanti siapa,” tukasnya. (dan)

Close