BekasiBerita UtamaMetropolis

Jalan Berbayar belum Ideal

Wacana Pemberlakuan ERP Jalan Kalimalang

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemberlakuan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) di ruas jalan Kalimalang pada tahun depan dinilai belum tepat. Pasalnya, kondisi ruas jalan tersebut masih krodit, akibat pembangunan infrastruktur.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyusul masih berlangsungnya Proyek Strategis Nasional (PSN), dan masih akan terus berlanjut hingga ke Jalan M Hasibuan.

”Bukan persoalan setuju tidak setuju tapi belum tepat waktunya,” katanya saat dijumpai, Senin (18/11).

Rahmat menjelaskan, bahwa akan lebih baik kebijakan tersebut dilaksanakan ketika pemerintah sudah bisa memberikan fasilitas dan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Diwaktu yang berbeda, Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengatakan bahwa kebijakan ERP tidak bisa dijalankan di ruas jalan nasional.

 Terkait dengan aturan ERP tersebut, ia membenarkan bahwa aturan tersebut sudah ada. Namun, peraturan tersebut untuk pelaksanaan diwilayah DKI Jakarta.

Hal lainnya yang harus diperhatikan, bahwa di ruas jalan yang di berlakukan ERP adalah diruas jalan yang dilalui oleh angkutan umum massal, disamping itu kesiapan lainnya, ruas jalan harus dua lajur.

”Yang ketiga, kecepatannya harus rendah, kepadatannya tinggi, nah ini kan masih dalam kajian. Kemudian yang paling penting adalah Kalimalang terbagi dua, di wilayah Bekasi kan jalan nasional, tapi di wilayah DKI itu sudah menjadi jalan provinsi, ini yang menjadi kendala penerapan ERP,” jelas Johan.

Dia membenarkan adanya rencana penerapan ERP tersebut, namun masih sebatas focus group discussion (FGD). Pihaknya yakin hal itu belum terlaksana di 2020 mendatang lantaran sejumlah alasan. (sur)

Close