Politik

PAN Tak Mau Terburu-buru

Radarbekasi.id – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bekasi tak mau terburu-buru menyatakan dukungan kepada kader yang diisukan bakal menjadi ketua umum PAN.

Sejumlah nama yang disebut bakal maju sebagai ketua umum PAN dalam Kongres PAN yang direncanakan pada Maret 2020 antara lain, Mantan MenPAN-RB Asman Abnur, eks Ketua Fraksi PAN DPR Mulfachri Harahap, Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais, Wali Kota Bogor Bima Arya, serta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bekasi, Roy Kamarullah mengatakan, nama-nama tersebut belum tentu mencalonkan diri.

”Sampai saat ini baru isu saja, karena satu pun belum ada yang mendeklarasikan dirinya untuk maju menjadi salah satu calon ketua umum,” katanya, Selasa (19/11).

Kata Roy, deklarasi untuk calon ketum PAN kemungkinan besar akan dilakukan usai Rapar Kerja Nasional (Rakernas) pada 6 Desember 2019 mendatang. ”Karena pelaksanannya (kongres) sendiri bulan Maret. Yang jelas kalau di PAN sendiri ada semacam kebiasan, bahwa ketum itu cukup satu kali,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, dalam menentukan calon ketua pihaknya melihat kemampuan figur yang dapat bekerja secara sistem. Artinya, kader memiliki kesempatan yang sama dalam memimpin partai.

Jika melihat dari senioritas, kata dia, yang mempunyai kemampuan ada Mulfachri Harahap dan Drajat Wibowo. Namun, tidak menutup kemungkinan figur Hanafi Rais akan memimpin PAN kedepannya.

”Tidak menutup kemungkinan lahirnya anak muda untuk memimpin partai di era zaman milenial ini. Kalau dikasih opsinya ada Hanafi Rais. Tapi kalau dilihat dari senioritas ada Mulfachri Harahap, dan Drajat Wibowo. Semua kemungkinan bisa saja terjadi,” ucapnya.

Kendati demikian, dalam kongres nanti DPD PAN tidak bisa menyuarakan dukungan. Karena setelah Rakernas DPD akan dilakukan rapat di tingkat provinsi untuk menyatukan dukungan yang dibawa pada Kongres PAN.

”Kebiasaan kita itu, DPD yang ada di Jawa Barat satu suara. Jadi nanti kita voting, kita ramein dulu di tingkat provinsinya. Sehingga saat di DPP setiap provinsi sudah satu suara, karena sudah kita rembukin sebelumnya di tingkat provinsi,” bebernya.(pra)

Related Articles

Back to top button